Ingkar

Astrid masih mematut wajahnya di depan cermin. Kedua mata cokelat itu memandang lurus bayangan dirinya sendiri di dalam cermin. Lagi-lagi bayangan pria itu muncul dalam benaknya. Mood baiknya sejak bangun tidur pun hancur seketika. Kini wajah Astrid kembali murung kembali. Tangan kanannya melemas. Spons bedak padat yang ia genggam terjatuh di pangkuannya. Rok putihnya kini … Lanjutkan membaca Ingkar

Saat Sudah Bukan Zamannya ‘Ngeblog’ Lagi

Ini ungkapan kesedihan sebenernya, sih. Aku udah nggak bisa merasakan keseruan ngeblog kayak dulu lagi, kayak pas zaman aku masih duduk di bangku SMP. Masih membekas di ingatanku, pada waktu itu, aku suka sekali membaca cerpen, cerbung, bahkan fanfiction di blog orang lain. Saking sukanya, aku bahkan sampai pengen ikutan kayak mereka juga: bikin blog … Lanjutkan membaca Saat Sudah Bukan Zamannya ‘Ngeblog’ Lagi