Backstory of ‘Kala Bertemu’

Mungkin membuat lagu tentang kasmaran di saat hati sedang hancur adalah pertanda seberapa parah kehancuran itu sendiri. Saking hancurnya, sampai dia sudah tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata menggunakan emosi yang sebenarnya. Alhasil, otaknya hanya bisa menggunakan ingatan tentang rasa senang saja saat ingin meneriakkan kesakitannya. Namun, kata-kata yang keluar malah puji-pujian terhadap seseorang. Ini parah. … Lanjutkan membaca Backstory of ‘Kala Bertemu’