Iseng-iseng Tak Berduit, Tapi Menyenangkan

Kalau ada orang yang bertanya, "Siapa orang yang paling kurang kerjaan di dunia ini?", mungkin aku akan dengan lantang menjawab, "Aku!!" karena belakangan ini aku banyak mengerjakan hal yang tidak berduit. Bicara soal uang, banyak orang yang memang melakukan atau mengerjakan sesuatu karena, of course, duit. Tak terkecuali dengan aku. Selepas aku menginjak usia 20-an, segala … Lanjutkan membaca Iseng-iseng Tak Berduit, Tapi Menyenangkan

Komunitas Menulis Pertamaku!

Kurasa penting untuk bergabung dengan kelompok yang memiliki kegemaran sama dengan diri sendiri. Ketika aku kuliah pun, aku bergabung dengan organisasi persma. Organisasi ini bertugas mengabarkan segala hal seputar kampus yang pantas diangkat sebagai sebuah berita dan diberitakan ke para mahasiswa. Aku ingat sekali, salah satu hasil liputanku yang paling banyak dibicarakan oleh para mahasiswa … Lanjutkan membaca Komunitas Menulis Pertamaku!

Ingkar – 6

“Hm?” balas Javin.   “Kemarin Mario datang menemuiku, Mas..,” Tangan kanan Javin yang hendak membuka lembar katalog selanjutnya mendadak terhenti. Pandangannya beralih ke kedua mata cokelat Astrid. "Ada apa kok tiba-tiba nemuin kamu? Nagih utang?" "Nggak, bukan utang. Akui nggak pernah utang apapun ke d--" "Maksudku utang hati," lanjut Javin, memotong pembicaraan Astrid. "Ut-utang hati? Ng-nggak." … Lanjutkan membaca Ingkar – 6

Ingkar – 5

Kembali ke masa kini (dua tahun setelah pernikahan dibatalkan)...   Astrid kembali menutup laptop lalu menyesap amerikanonya. Ia memejamkan mata sekali lagi. Gigi depannya menggigit-gigit bibirnya sendiri. Begitulah Astrid ketika sedang mengkhawatirkan sesuatu, nyawanya sudah tidak pada layar monitor yang menampilkan jendela Ms. Word berisi artikel yang harus dia sunting. Seolah tiba-tiba otaknya jadi tumpul … Lanjutkan membaca Ingkar – 5

Ingkar – 4

Dua tahun lalu, satu minggu pasca pernikahan dibatalkan... "Iya, katanya sih gitu. Dia batal nikah minggu lalu. Kayaknya cowoknya udah ngebuang dia," kata seorang perempuan. "Ah, yang bener? Masa cantik-cantik gitu dibuang sama cowok? Lah, gimana aku?" sahut perempuan lainnya. "Iya beneran! Kasihan banget, ya?" "Eh, udah ah, balik kerja. Pagi-pagi udah ngomongin orang. Tuh, … Lanjutkan membaca Ingkar – 4

Ingkar – 3

"Kamu nggak dengar apa yang ibuku bilang waktu itu? Aku ini mau menikah dengan orang lain, buat apa sih kamu tetap menghampiri aku ke sini?" Dia berlutut di depanmu. Kamu bingung dengan sikap dia yang malah makin melembut ketika kamu kasari. "Heh, mau apa kamu? Kok malah berlutut begini? Bangun, Mario," perintahmu padanya. Namun, yang … Lanjutkan membaca Ingkar – 3

Ingkar – 2

Suatu hari di sebuah kafe, kamu sedang bersama dengan seorang wanita dan nampak asyik menikmati mentari sore dari balik jendela besar ditemani secangkir amerikano panas. "Sudahlah, Mario. Lupakan saja dia. Toh salah dia sendiri yang nggak mau dengar penjelasanmu terlebih dulu, main asal memutus komunikasi saja," sahut wanita paruh baya di hadapanmu sambil menyesap secangkir … Lanjutkan membaca Ingkar – 2