Komunitas Menulis Pertamaku!

Kurasa penting untuk bergabung dengan kelompok yang memiliki kegemaran sama dengan diri sendiri. Ketika aku kuliah pun, aku bergabung dengan organisasi persma. Organisasi ini bertugas mengabarkan segala hal seputar kampus yang pantas diangkat sebagai sebuah berita dan diberitakan ke para mahasiswa. Aku ingat sekali, salah satu hasil liputanku yang paling banyak dibicarakan oleh para mahasiswa … Lanjutkan membaca Komunitas Menulis Pertamaku!

Ingkar – 6

“Hm?” balas Javin.   “Kemarin Mario datang menemuiku, Mas..,” Tangan kanan Javin yang hendak membuka lembar katalog selanjutnya mendadak terhenti. Pandangannya beralih ke kedua mata cokelat Astrid. "Ada apa kok tiba-tiba nemuin kamu? Nagih utang?" "Nggak, bukan utang. Akui nggak pernah utang apapun ke d--" "Maksudku utang hati," lanjut Javin, memotong pembicaraan Astrid. "Ut-utang hati? Ng-nggak." … Lanjutkan membaca Ingkar – 6

Ingkar – 5

Kembali ke masa kini (dua tahun setelah pernikahan dibatalkan)...   Astrid kembali menutup laptop lalu menyesap amerikanonya. Ia memejamkan mata sekali lagi. Gigi depannya menggigit-gigit bibirnya sendiri. Begitulah Astrid ketika sedang mengkhawatirkan sesuatu, nyawanya sudah tidak pada layar monitor yang menampilkan jendela Ms. Word berisi artikel yang harus dia sunting. Seolah tiba-tiba otaknya jadi tumpul … Lanjutkan membaca Ingkar – 5

Ingkar – 4

Dua tahun lalu, satu minggu pasca pernikahan dibatalkan... "Iya, katanya sih gitu. Dia batal nikah minggu lalu. Kayaknya cowoknya udah ngebuang dia," kata seorang perempuan. "Ah, yang bener? Masa cantik-cantik gitu dibuang sama cowok? Lah, gimana aku?" sahut perempuan lainnya. "Iya beneran! Kasihan banget, ya?" "Eh, udah ah, balik kerja. Pagi-pagi udah ngomongin orang. Tuh, … Lanjutkan membaca Ingkar – 4

Ingkar – 2

Suatu hari di sebuah kafe, kamu sedang bersama dengan seorang wanita dan nampak asyik menikmati mentari sore dari balik jendela besar ditemani secangkir amerikano panas. "Sudahlah, Mario. Lupakan saja dia. Toh salah dia sendiri yang nggak mau dengar penjelasanmu terlebih dulu, main asal memutus komunikasi saja," sahut wanita paruh baya di hadapanmu sambil menyesap secangkir … Lanjutkan membaca Ingkar – 2

Butuh Bantuan Kalian

Eits, yang butuh bantuan kalian itu bukan aku, tapi Tamara. Adiknya tidak pulang jua hingga kini dan tiba-tiba hilang begitu saja. Mama Tamara khawatir sekali sampai menangis nyaris setiap hari. Temen-temen juga pasti nggak tega kan ya lihat Tamara stres sendirian? Makanya, bantu Tamara nemuin adiknya yuukk dengan cara stay tuned pada 16 s.d. 18 … Lanjutkan membaca Butuh Bantuan Kalian