Hiruk-pikuk Tanah Pertiwi

Katanya ini zaman modern, tapi masih ada juga manusia-manusia yang mematikan mimpi manusia lain. Katanya ini zaman open-minded, tapi masih banyak tuh orang dewasa yang memandang remeh cita-cita anak remaja. Katanya dulu sudah terjadi emansipasi wanita, tapi nyatanya masih banyak para perempuan yang dianggap sebelah mata di tempat kerjanya. Katanya kalau sudah besar, pengen kerja, … Lanjutkan membaca Hiruk-pikuk Tanah Pertiwi

Sesuatu dalam Diriku

Tapak basah sepatuku di atas aspal pekat itu meninggalkan bekas basah di sepanjang jalan. Tatapanku masih kosong hingga tak sadar telah menginjak kubangan air bekas hujan tadi sore. Aku menghela napas panjang. Hari ini terasa berat sekali. Pundakku kaku, tidak, sekujur tubuhku kaku, lelah, pegal-pegal, ingin hancur rasanya. Seharusnya aku sudah menyerah sampai di sini. … Lanjutkan membaca Sesuatu dalam Diriku

Dengan Kata Sederhana

Hari ini titik-titik gerimis membuat pagi menjadi dingin dan sejuk. Air jatuh bergulir ke permukaan, mengalir hingga ke tempat terendah. Ada teman mengingatkanku, mungkin lebih tepatnya menyadarkanku, apa arti teman yang sesungguhnya. Dia, dengan segala ketulusan, kejujuran, dan keberaniannya, mengatakan apa yang selama ini dia rasakan. Entah apa tadi yang membuatku meneteskan air mata, dengan … Lanjutkan membaca Dengan Kata Sederhana