Ingkar – 6

“Hm?” balas Javin.   “Kemarin Mario datang menemuiku, Mas..,” Tangan kanan Javin yang hendak membuka lembar katalog selanjutnya mendadak terhenti. Pandangannya beralih ke kedua mata cokelat Astrid. "Ada apa kok tiba-tiba nemuin kamu? Nagih utang?" "Nggak, bukan utang. Akui nggak pernah utang apapun ke d--" "Maksudku utang hati," lanjut Javin, memotong pembicaraan Astrid. "Ut-utang hati? Ng-nggak." … Lanjutkan membaca Ingkar – 6

Ingkar

Astrid masih mematut wajahnya di depan cermin. Kedua mata cokelat itu memandang lurus bayangan dirinya sendiri di dalam cermin. Lagi-lagi bayangan pria itu muncul dalam benaknya. Mood baiknya sejak bangun tidur pun hancur seketika. Kini wajah Astrid kembali murung kembali. Tangan kanannya melemas. Spons bedak padat yang ia genggam terjatuh di pangkuannya. Rok putihnya kini … Lanjutkan membaca Ingkar

Piano

Gadis itu menaikkan laju mobilnya. Seperti tidak sabar untuk segera tiba di tempat itu. Pikirannya sudah melayang terbang kembali ke masa lalu. Genggaman tangannya ke stir mobil semakin kencang ketika mobil sudah mulai memasuki wilayah tempat tujuannya. Butuh waktu kurang lebih setengah jam dari rumahnya untuk ke tempat itu.             Mobil berdecit ketika gadis itu … Lanjutkan membaca Piano

Ferai or Reden?

Ferza memasukkan dua pasang pakaiannya ke dalam tas, menarik resleting tasnya. Baru sampai beberapa langkah dari pintu kamarnya, Zore memanggilnya. “Kau mau pergi kemana?” tanyanya. Ferza menoleh ke belakang. “Aku mau pergi ke sekolah untuk latihan basket. Titip salamku pada ibu jika dia sudah pulang, mengerti? Aku pergi dulu.” Ferza kembali menatap ke depan, melangkah … Lanjutkan membaca Ferai or Reden?

Mimpi Secarik Kertas

Jam menunjukkan pukul 2 siang ketika aku tiba dirumah. Terlihat adikku yang sedang belajar dan yang satu lagi sedang bermain robot-robotan, mereka bernama Farras dan Naddif. Keduanya perempuan. Namun, adikku Naddif sedikit agak tomboy. Entahlah, kata ibuku perilakunya sepertiku. “Assalamu’alaikuum.” ucapku memberikan salam dan kemudian bergegas masuk kamar. “Deyo, makan dulu gih, ibu sudah memasak … Lanjutkan membaca Mimpi Secarik Kertas