Ingkar – 6

“Hm?” balas Javin.   “Kemarin Mario datang menemuiku, Mas..,” Tangan kanan Javin yang hendak membuka lembar katalog selanjutnya mendadak terhenti. Pandangannya beralih ke kedua mata cokelat Astrid. "Ada apa kok tiba-tiba nemuin kamu? Nagih utang?" "Nggak, bukan utang. Akui nggak pernah utang apapun ke d--" "Maksudku utang hati," lanjut Javin, memotong pembicaraan Astrid. "Ut-utang hati? Ng-nggak." … Lanjutkan membaca Ingkar – 6