Ingkar – 6

“Hm?” balas Javin.   “Kemarin Mario datang menemuiku, Mas..,” Tangan kanan Javin yang hendak membuka lembar katalog selanjutnya mendadak terhenti. Pandangannya beralih ke kedua mata cokelat Astrid. "Ada apa kok tiba-tiba nemuin kamu? Nagih utang?" "Nggak, bukan utang. Akui nggak pernah utang apapun ke d--" "Maksudku utang hati," lanjut Javin, memotong pembicaraan Astrid. "Ut-utang hati? Ng-nggak." … Lanjutkan membaca Ingkar – 6

Ingkar

Astrid masih mematut wajahnya di depan cermin. Kedua mata cokelat itu memandang lurus bayangan dirinya sendiri di dalam cermin. Lagi-lagi bayangan pria itu muncul dalam benaknya. Mood baiknya sejak bangun tidur pun hancur seketika. Kini wajah Astrid kembali murung kembali. Tangan kanannya melemas. Spons bedak padat yang ia genggam terjatuh di pangkuannya. Rok putihnya kini … Lanjutkan membaca Ingkar