Sudah lama aku menutup telingaku dari berita seputar dunia per-KPop-an. Semua itu tidak lain karena aku merasa jenuh. Inginku mencari hal lain yang baru, menarik, dan fresh. Alhasil, dari Korea, aku beralih ke film Thailand, India, China, US, Inggris, dan Jepang. Hahaha.. Berasa keliling dunia, ya?

Iya, dong. Padahal baru menikmati karyanya orang dari penjuru dunia, tapi pikiran kita kayak lagi jalan-jalan keliling dunia. Itulah ajaibnya sebuah karya.

Anyway, aku ‘berdiam diri’ cukup lama di negara Jepang. Banyak karya Jepang yang kunikmati akhir-akhir ini, baik film, drama, maupun musiknya. Ajaibnya, kecintaanku pada Jepang yang ketika jaman SMA sempat tumbuh, kini bersemi kembali. Kalau kata anak muda sih, CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali.

Iya, dulu sebelum memutuskan untuk masuk ke Jurusan Bahasa Korea, aku lebih dulu memutuskan bulat-bulat dan tanpa pikir panjang untuk masuk ke Jurusan Bahasa Jepang. Eh, tapi karena suatu kondisi, jadinya aku berpaling dan memutuskan untuk masuk Jurusan Bahasa Korea. Eits, pembahasan mengenai ini, mungkin ada baiknya kubahas di pos selanjutnya.

Nah, lantas kenapa sih kok aku tiba-tiba beralih ke film negara-negara lain?

Percaya nggak percaya, ketika itu aku muak dan jenuh banget dengan semua hal tentang Korea. Serius. Saking parahnya, aku sampai curhat ke temenku tentang ini. Aku juga minta rekomendasi film atau dorama Jepang dari dia. Dia teman yang baik, dia rekomendasikan film dan dorama serta anime yang bagus-bagus sampai aku betah berlama-lama menikmati karya orang Jepang itu.

Kupikir ketika itu aku tidak mau kembali ke ‘mantanku’ lagi, tapi entah sejak kapan mulainya, aku jadi mulai mengikuti lagi segala hal tentang Korea dimulai dari bidang musiknya dulu! Dan semua ini adalah ulah dari satu girl group rookie yang baru debut pada 19 Mei 2020 lalu. Yap, grup itu adalah Secret Number.

Loh, kayaknya bukan tipe kamu banget deh, menyukai grup yang masih newbie macam Secret Number?

Iya, betul banget. Nah, yang bikin aku jadi tidak seperti diriku sendiri dan akhirnya menyukai grup ini faktor paling pertama adalah karena salah satu anggota grup ini ada yang berasal dari Indonesia. Nama panggungnya adalah Dita Karang. Iya, rasa penasaranku berawal dari situ dulu. Ingat ya, awalnya aku hanya penasaran aja, bukan langsung suka mereka.

Aku dengar tentang mereka pertama kali itu di Twitter, tapi baru benar-benar ngeh bahwa salah satu anggota grup itu ada orang Indonesia adalah ketika anggota itu diwawancara langsung oleh Kak Dian Sastrowardoyo lewat Instagram Live! Kak Dian juga sempat membagikan poster bertuliskan Live Instagram Dian with Dita.

Karena aku ketinggalan, jadi aku cari rekaman Live-nya di YouTube. Beruntunglah aku karena ada yang mau berbaik hati (atau lebih tepatnya, repot-repot) merekam siaran langsung obrolannya Kak Dian dan Dita.

Begitu rekaman Instagram Live itu usai, barulah aku sadar bahwa rekaman itu berdurasi satu jam lebih! Topik yang diangkat oleh Kak Dian sebagai Host dari Live ini sebenarnya sederhana, yaitu mengenai siapakah seorang Dita dan bagaimana perjalanan karirnya hingga bisa sampai di titik ini. Itu aja sebenarnya, sih.

Tapi, selain karena topiknya yang menarik, pembawaan Kak Dian yang asik juga membuat aku betah berlama-lama menyaksikan mereka dan bahkan aku menanti pertanyaan apa lagi yang akan diajukan Kak Dian dan jawaban seperti apa yang akan diberikan oleh Dita.

Nah, mungkin ada temen-temen yang pengen nonton langsung siaran Live-nya, bisa langsung klik di sini.

Sementara bagi yang malas menyaksikan videonya, baik, akan kukemas lewat pos ini sejelas dan sepadat mungkin.

Mari kita mulai dari profil Dita Karang. Dita, ia adalah seorang perempuan berdarah Bali yang dari kecil tinggal di Jogja. Bernama lengkap Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang, Dita dikenal sebagai seorang perempuan berdarah Bali yang memiliki kasta tertinggi di antara orang Bali lainnya. Aku sempat tidak percaya itu, karena aku juga punya teman berdarah Bali yang juga mengakui bahwa ia dan keluarganya berasal dari kasta tertinggi juga, dan seingatku marga temanku itu bukan ‘Anak Agung’.

Menolak untuk mati penasaran, akhirnya aku membuka Wikipedia. Setelah aku cek, benar saja dugaanku, marga ‘Anak Agung’ yang dimiliki Dita merupakan marga tertinggi kedua setelah marga ‘Ida Ayu’ yang mana merupakan marganya temanku.

Aku sebagai anak yang tidak terlahir dengan nama marga, ketika mengetahui hal ini untuk pertama kalinya di bangku SMA juga dibuat takjub, bahkan hingga detik ini. Selalu menarik untuk dibahas karena kalau sudah membahas tentang marga, pasti akan berujung dengan pembahasan tentang sejarah marga itu. Dan benar, aku selalu suka kalau sudah membahas sejarah dari kaum manusia zaman dulu.

But, anyway, balik ke topik awal. Karena ketertarikanku terhadap nama Ditalah yang membentuk pikiranku bahwa seorang Dita Karang ini adalah wanita yang istimewa. Inilah yang membuat aku semakin penasaran dengan sosok dia. Aku bertanya-tanya, sebenarnya Dita Karang ini siapanya Kak Dian, sih?

Seolah membaca pikiranku, Kak Dian menjelaskan tentang awal mula pertemuan mereka di suatu masa. Masa itu adalah masa ketika Kak Dian sedang melakukan syuting film Rupadi dan 3 Doa, 3 Cinta yang berlokasi di Jogja, yang mana Jogja adalah kampung halamannya manajernya Kak Dian, bernama Mas Wisnu, yang berteman baik dengan ibunya Dita.

Setiap kali dapat kesempatan untuk syuting di Jogja, Kak Dian selalu menginap di rumahnya Dita, menjelma jadi anak kos sementara. Nah, itulah kenapa Kak Dian bisa mengenal Dita.

Disebut Kak Dian pula, ia mengenal Dita ini sebagai sosok yang suka sekali menari. Untuk menampung bakatnya ini, orang tua Dita mendukung inisiatif Dita untuk mendaftar ke lembaga khusus les tari, dari mulai tari balet, ballroom, Bali, hingga tari lainnya -yang tidak disebutkan oleh Kak Dian, kemungkinan termasuk tari Jawa- juga sudah dilahap oleh Dita.

Tidak puas dengan hanya tari tradisional, ia pun akhirnya mulai melirik tari modern yang ia tuangkan dalam dunia musik Kpop saat ia duduk di bangku SMP. Setelah ia mencoba belajar tari modern Kpop, ternyata ia merasa cocok. Namun, diakui Dita, ia tidak pernah menjadikan Kpop Idol sebagai cita-citanya. Yang ia pikirkan, ia hanya merasa bahwa ia cocok. Itu saja.

Menjelang kelulusannya dari bangku SMA, Dita mulai bimbang hendak menlanjutkan ke mana. Hingga pada suatu hari, datang suatu pemikiran, “I have to do something for the rest of my life.” Saat itulah Dita mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ya, dia memutuskan untuk serius mendalami bidang tari di bangku perguruan tinggi.

Orang tuanya sempat tidak setuju, atau lebih tepatnya meragukan pilihan yang diambil oleh Dita karena pilihannya terdengar tidak populer pada saat itu. Namun, karena Dita tak mudah menyerah untuk meyakinkan kedua orang tuanya bahwa apapun resikonya ia siap menanggung sendiri, akhirnya orang tuanya pun hanya percaya dan mendukung sepenuhnya keputusan yang ia ambil.

Izin yang berhasil Dita dapatkan dari orang tuanya tidak lantas langsung membuka jalan Dita ke karir yang ia inginkan. Dita masih harus mencari tahu lebih banyak lagi tempat yang tepat untuk mengembangkan bakatnya itu. Dan sampailah ia pada sebuah nama tempat, yaitu AMDA (The American Musical and Dramatic Academy).

Ia mengambil Jurusan Dance Theatre di AMDA. Walaupun memang jurusan itu berfokus pada pengembangan kemampuan tari, tapi Dita juga sempat menyicipi bidang seni lainnya seperti seni tarik suara dan seni peran.

Dua tahun belajar di AMDA rupanya tidak juga membuat jalan karirnya mulus begitu saja. Dita masih harus dihadapkan pada kenyataan bahwa persaingan dunia kreatif di negara itu sangat sangat ketat. Pantas saja, meskipun Dita sudah banyak mendaftar ke banyak perusahaan tapi tiada satupun yang berhasil. Dipikir oleh Dita, semua itu karena orang-orang yang bergerak di bidang yang sama dengan Dita pun hebat-hebat. Ia bahkan sempat minder dan berpikir dua kali, apakah benar jalan yang ia tempuh ini adalah jalan karir terbaiknya.

Begitu mendengar ini, aku langsung terpukul dan sadar, ternyata bukan hanya aku yang pernah punya pikiran itu, ternyata Dita pun juga. Oke, aku mulai menaruh simpati lagi pada Dita.

Diakui Dita juga, selama mengikuti berbagai macam audisi itu, Dita mencoba semua audisi. Dirinya memang sempat beberapa kali diterima di beberapa proyek kecil-kecilan tapi bukan itu yang jadi tujuan utamanya. Yang ia inginkan adalah untuk menjadi penampil di sebuah panggung besar atau acara besar yang disaksikan banyak orang.

Di tengah kondisinya yang nyaris putus asa, Dita terpikirkan pada kesukaannya terhadap musik Kpop. Akhirnya, juga mendaftar audisi di perusahaan musik Korea yang sedang buka di negara bagian itu. Rupanya banyak perusahaan musik Korea yang sedang membuka audisi di situ. Ia ikuti semuanya tanpa terkecuali, termasuk tiga perusahaan musik raksasa di Korea Selatan, SM Entertainment, YG Entertainment, JYP Entertainment. Sayangnya, Dita belum beruntung untuk melebarkan sayap di tiga perusahaan itu.

Pantang menyerah, Dita juga mencoba ikut audisi perusahaan musik yang namanya masih kecil. Banyak juga, rupanya. Dan di antara sederet nama perusahaan kecil itu, ada satu orang yang menunjukkan kesukaannya terhadap kemampuan Dita hingga mampu membuatnya berceletuk, “Interested!” Namun, Dita harus puas hanya dengan pujian itu saja tanpa kelanjutannya lagi.

Singkat cerita, karena di Amerika tidak juga nampak jalan karirnya, akhirnya ia kembali ke Indonesia. Kepulangannya ke Indonesia pun tidak lain untuk meminta izin kepada kedua orang tuanya bahwa ia ingin mencoba peruntungannya di Korea Selatan dengan bergabung ke One Million Dance.

Setelah mendapat izin, tanpa berlama-lama, Dita berangkat ke Korea Selatan sendirian dan berlatih dance di komunitas One Million Dance. Dita yang masih kepikiran dengan salah seorang pimpinan perusahaan musik yang ketika di Amerika mengungkapkan ketertarikannya kepada kemampuan Dita, akhirnya memutuskan untuk mencoba audisi lagi di perusahaan itu. Nampaknya Dewi Fortuna sedang berada di sisinya karena saat audisi itu dirinya langsung diterima saat itu juga. Nah, dari sinilah titik balik karir Dita yang selama ini ia cari.

Setelah penerimaannya itu, Dita bergabung dengan tim yang nantinya akan diberi nama Secret Number. Selama kurang lebih dua tahun, ia dan keempat teman satu timnya menjalani masa pelatihan tiada henti. Masa itu juga dibarengi dengan kegiatan belajar bahasa Korea yang harus dijalaninya. Bagaimanapun, Dita hendak melebarkan sayap di Korea Selatan, dan bisa berbahasa Korea sudah tentu menjadi kewajiban baginya.

Sampai di titik inilah sudah cukup bagiku untuk menjadi pendukung Dita dan menjadi fans Secret Number. Mungkin banyak yang belum tahu juga dengan lagunya, berikut kusertakan dua lagu debut mereka. Dua-duanya enak, loh! Hehe..

The Debut Music Video of Secret Number – Who Dis
The Second Single of Secret Number – Holiday

Kalian sudah dengar dan lihat penampilan Dita dan kawan-kawan di video itu? Sudah bisa nebak belum, Dita yang mana? Kalau kalian masih bingung, aku kasih petunjuk, deh. Dita yang berambut hitam pekat dan berponi depan. Dari suaranya, Dita mudah ditebak karena suara dia yang terdengar paling berat dibandingkan anggota yang lainnya. Gimana, sudah bisa menemukan Dita kah?

Kalau aku, sejak pertama melihat video itu, jujur aja, bisa langsung menebak yang mana orang Indonesia alias Dita karena ciri khas orang Indonesia adalah bermata belo dan Dita punya mata belo itu. Cantik, ‘kan?

Selain kecantikan dan kelihaian Dita dalam nge-dance, aku sangat suka keyakinan Dita dan sifat pantang menyerahnya yang kuat. Dia juga sangat berani. Itu bisa kita lihat saat dia memberanikan diri berangkat ke Korea Selatan dan tinggal di Korea Selatan sendirian demi mengejar mimpinya itu. Kurasa, ini yang masih belum kupunya.

Dari Dita pun aku belajar juga bahwa banyak sekali jalan yang bisa kita tempuh untuk mencapai mimpi kita dan itu semua tidak terpatok pada umur. Berapapun umur kamu, jika kamu ingin berkarya atau menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas atau menjadi orang yang bisa dangat diandalkan oleh masyarakat, maka capailah mimpimu itu. Kamu, dia, mereka, aku, kita semua ini hanya perlu untuk meyakininya, berdoa, dan berusaha sekeras mungkin hingga titik darah penghabisan.

Kalau tidak bisa kamu capai hari ini, ya besok. Kalau tidak bisa besok, ya minggu depan. Kalau minggu depan juga tidak bisa, oke bulan depan. Kalau bulan depan juga masih belum bisa, cobalah beberapa bulan setelahnya. Kalau masih tidak bisa juga, tenang, masih ada tahun depan. Kamu tidak akan pernah kehabisan waktu. Kalaupun kamu tidak berhasil mencapainya hingga ujung waktumu, kamu tidak akan menyesalinya karena kamu telah mencoba seumur hidupmu dan tak akan pernah dirundung rasa penasaran lagi karena kamu telah memanfaatkan waktumu semaksimal mungkin.

Oleh karena itu, seminggu setelah debut Secret Number, aku menjadikan Dita sebagai panutanku. Tentunya dengan harapan, aku juga bisa tertular semangat dan keberaniannya laiknya yang dilakukan Dita di masa perjuangan sebelum karirnya naik saat ini.

Kak Dita, sukses buat karirmu di sana, ya. Mudah-mudahan kita bisa bertemu dan bisa bekerja dalam satu proyek suatu hari nanti di Korea Selatan. Aamiin..

6 tanggapan untuk “Belajar dari Dita ‘Secret Number’: Ada 1001 Jalan Menuju Roma

  1. Wih, aku baru tau nama Secret Member. Bertalenta sekali sepertinya.

    Kalau boy/girl band Korea yang aku sula sekarang itu BTS dan Blackpink.

    Kalau zaman kuliah dulu sukanya Big Bang dan 2NE1.

    1. Iyaa bertalenta, bisa berbagai bahasa juga.
      BTS dan Blackpink juga kereeenn. Apalagi BTS, mereka dulu pernah benar-benar dianggap sebelah mata bahkan sama orang-orang Koreanya sendiri.
      Iyaa, BigBang dan 2NE1 seangkatan dengan kesukaanku, Super Junior. Hohoho..

  2. Aku nonton live Dita dan Disas Di IG teduh banget liat org bertalenta seperti mereka ngobrol. Gak terasa ternyata durasinya panjang banget.
    Mantap nih Deyo bisa ngulas lengkap banget 👍

    1. Nah iya, aku juga ga kerasa banget udah anteng menonton mereka ngobrol selama 1 jam penuh hahhaha
      Ngga kok, aku mengulas hanya bagian yang menarik dari Ditanya aja weheheh😁

  3. Pastinya segala sesuatu perlu diimpikan, diraih dan diperjuangkan, jgn hanyut dengan riak2 negatif seraya berdoa sesuai iman dirasanya… Insya Alloh terkabul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s