Ilhamadhan

Malam minggu, nih! Weheeey! Eits, walaupun single (bukan jomblo ye!), tapi kali ini aku nggak sendirian. Nggak kayak kamu, berduaan mulu sama handphone. Kali ini, aku ditemani oleh temanku yang ganteng. Dia sekarang lagi di Korea, loh.

Hmm, ngapain ya, kok dia malah ke negara yang lagi rawan virus corona? Penasaran? Nggak? Yaudah, biar aku aja yang tanya-tanya ke dia langsung. Kamu nggak usah ikut-ikutan aku!

 

Hai, Ham! Gimana kabarnyaaaa?

  • Halo Deyo! Alhamdulillah baiiik. Hehehe. Kamu gimana di tengah pandemic ini? Huhu.. Semoga kita selalu dilindungi yaa, dan semoga pandemic ini cepat berlalu! Aamiin.

Aku di sini baiiik, alhamdulillah. Wah, aamiin.. Ngomong-ngomong, beberapa hari yang lalu aku dengar kamu udah berangkat ke Korea Selatan, ya? Mau ngapain, cuy?

  • Iya! Tepatnya dua bulan lalu sih. Huehe.. Aku berangkat akhir Februari untuk melanjutkan pendidikan strata I di Korea. Hehehe.. Doain lancar, yaaak!

Iyaa, pasti kudoain, Haamm.

  • Sebelumnya, mungkin ada yang belum tahu, aku mahasiswa lulusan Program Studi Diploma III Bahasa Korea UGM, nih, sama kayak Deyo. Kalau di antara kalian atau temen-temenmu yang mau tanya-tanya tentang bagaimana cara ekstensi dari pendidikan diploma III ke strata I di Korea, boleh tanya-tanya ke aku yaa!

Hahaha.. Oke, baik, sudah memperkenalkan diri terlebih dahulu. Luar biasa Kakak Ilham satu ini. Tapi betul banget, buat temen-temen yang mau tanya-tanya tentang studi di Korea, boleh banget tanya ke dia, yaa. Apa? Lewat mana?

Tenang, di akhir perbincangan nanti Kakak Ilham pasti akan kasih tahu detail kontak dia. Sabar dong, kamu. HAHAHA..

  • Host-nya ini emang demen banget bikin penasaran, deh. HAHAHA.

Biar ada geregetnya. Wkwkwk.. Balik lagi nih, ya. Berarti kamu kuliah di universitas apa dan letaknya di kota mana, Ham? Jauh nggak dari Seoul?

  • Jadi aku melanjutkan pendidikan strata I di Soonchunhyang University tepatnya di Kota Asan, Provinsi Chungcheong Selatan! Nah, kalau dari Seoul, kota ini lumayan jauh karena udah beda Provinsi. Tapi akses untuk ke Seoulnya termasuk mudah karena kampus aku deket banget dengan subway, atau biasanya di Indonesia kita menyebutnya MRT. Hehe.. Jadi dari Stasiun Sinchang (Soonchunhyang University) bisa sampai ke stasiun Seoul karena satu line, yaitu line biru nomor 1. Perjalanannya memakan waktu kurang lebih 2-3 jam. Tapi kalau mau lebih cepat, bisa naik KTX dan harus merogoh kocek lebih dalam. Pakai KTX, cuma memakan waktu sekitar 30 menit untuk bisa sampai ke Seoul. Hehehe..

Wooow! Enak ya aksesnya mudah sekali. Selain karena akses ke Seoul yang mudah, apa alasan kamu pilih Soonchunhyang University sebagai kampus tujuan kamu?

  • Jadi, waktu itu akhir tahun 2019, ada acara Study in Korea Expo di Jakarta Convention Center, dan aku ke sana untuk cari tahu informasi lebih detail tentang studi lanjut. Terus pas aku telusuri setiap stannya, akhirnya aku nemu stan kampusku ini, deh. Dan yang bikin keyakinanku kuat banget untuk kuliah di sini adalah karena ada jurusan yang sebenarnya pengen banget aku pelajari! Jurusan itu adalah Korean Culture Contents! Eits, ini bukan hanya mempelajari tentang budaya Korea loh, yak. Jadi di jurusan aku ini, mempelajari tentang bagaimana cara membuat konten yang bagus! Nah, kontennya bisa macam-macam, nih. Jadi di awal masa kuliah, kita akan mempelajari semua konten. Ada lima konten yang deket banget sama kehidupan kita sehari-hari. Sebut saja film, musik, game, komik, dan animasi! Nah, dari kelima itu, di sini aku mempelajari semua aspek itu dulu. Nanti baru akan terlihat kita lebih condong atau lebih menyukai atau lebih jago ke aspek yang mana. Sejujurnya aku dari dulu pengen banget jadi Content Creator. Apalagi jurusan ini belum ada di Indonesia. So, it’s feel new. Dan menurutku ini jurusan jaman now Di Koreanya sendiri, ada banyak kampus yang udah punya jurusan ini, cuma biasanya namanya tanpa ada embel-embel Koreanya. Jadi cuma ‘Culture & Contents.’ So, I can’t wait to explore my creativity through this major! Hehehe.

Waaah, jurusan jaman now bangeet. Good choice, Ham! Keren! Seriusss!

Kan ini lagi musim virus corona, Ham, sedangkan kamu kan udah tiba di Koreanya juga, begitu kabar tentang virus ini meledak, apalagi di Korea Selatan, orang tua atau keluarga besar lainnya sempat khawatir nggak?

  • Nah iya, sebelum aku baru berangkat ke Korea, sempat ada perdebatan dengan orang tua dan keluarga. Mereka memintaku untuk menundu dulu keberangkatanku ke Korea, tapi sebaliknya, pihak kampus akan batalkan penerimaanku kalau nggak datang sesuai dengan jadwal yang mereka tentukan. So, aku berusaha untuk meyakinkan keluarga, I’ll be safe di Korea dan untungnya pihak kampus sangat kooperatif dengan kasi info mengenai apa aja yang harus aku bawa dan persiapkan sebelum tiba di Korea. Ketika sampai di sini pun mereka benar-benar memastikan keselamatan kita, mahasiswa baru, untuk tiba di asrama dengan aman.

Hmm, berarti bagus banget, jadi dari keluargamu pun nggak perlu khawatir berlebihan ke kamunya juga karena di sana pun kamu di jaga banget, istilahnya gitu, ya. Nah, aku juga penasaran nih, di Korea Selatannya pun bagaimana sih langkah pencegah penyebaran virus ini? Ketat banget kah? Seketat apa?

  • Sewaktu aku berangkat ke Korea, penyebaran COVID-19 ini belum begitu brutal, sih. Hahaha.. Tapi pemerintah Korea udah sigap banget untuk menghadapi pandemic ini. Setiap kampus juga punya prosedurnya masing-masing untuk mencegah penyebaran virus ini. Waktu aku tiba di sini, semua mahasiswa asing dikasih sarung tangan latex, masker, dan hand sanitizer. Di busnya pun diberi jarak dan dibatasi jumlah penumpangnya. Asrama kita dibagi menjadi tiga gedung. Gedung pertama, satu gedung khusus digunakan untuk anak-anak yang datang dari Cina. Mereka bener-bener nggak boleh keluar dari asrama selama dua minggu. Gedung kedua, ini gedung khusus untuk anak-anak dari negara yang sudah terinfeksi, seperti Jepang, Vietnam, dll. karena waktu aku dateng Indonesia belum kena, jadi aku masuk di asrama ketiga yang khusus untuk anak-anak yang datang dari negara yang belum terinfeksi seperti Indonesia, Amerika, Bangladesh dan lain sebagainya. Ohiya, khusus untuk kita, diperbolehkan ke luar untuk makan (karena mereka nggak menyediakan makan). Tapi setiap jam 5 sore, kita wajib mengisi form dari Google dan Submit. Form itu berisi isian data diri dan kolom untuk mendata suhu badan kita, atau keluhan jika kita ada gejala-gejala muncul (setiap anak dikasih termometer). Terus kalau ada anak yang sakit atau demam, dipindahin ke basement. Eits, tapi ini bukan kayak penjara, kok. Hahaha.. Sama kaya kamar lainnya, cuma letaknya di bawah lantai satu dan mereka benar-benar disediakan makanan sampai mereka sembuh. Mereka baru boleh balik ke kamar awal jika sudah sembuh. So, I’m pretty safe here, in Korea! Jadi keluarga juga nggak terlalu khawatir karena mereka bener-bener menangani masalah ini dan menjaga kami (mahasiswa asing) dengan baik.

Wah, gila, Korsel emang gokil, sih. Aku suka ide mereka memisahkan mahasiswa asing ke dalam gedung yang berbeda-beda. Terus, di kota tempat tinggalmu cenderung banyak yang kena COVID-19 nggak, Ham?

  • . Di tempat tinggalku, setahuku, info terakhir sih kurang dari 10 orang yang positif, karena memang di Korea, setengah dari total penderita COVID-19 asalnya dari Kota Daegu. Mungkin temen-temen udah tahu kan kenapa penyeberan di Korea tiba-tiba jadi naik drastis? Itu karena salah satu suspect dari Gereja Sincheonji.

Ah iya, informasi buat yang belum tahu nih, jadi memang di Korea Selatan itu, penderita COVID-19 melonjak naik drastis di Kota Daegu. Menurut kabar, jumlah ini naik drastis di Kota Daegu tepat setelah mereka melaksanakan ibadah berjamaah. Menurut yang kubaca juga, katanya virus corona ini mulanya ditularkan juga oleh seorang nenek berusia 61 tahun. Jadi, seluruh Jemaah yang hadir saat itu dites. Nah, semenjak itulah jumlah penderita corona terus bertambah di Korea Selatan.

Nah, kalau dari kamu sendiri, Ham, cenderung yang mendukung perintah dari pemerintah apa nggak ya, Ham? Atau malah sedikit-banyak melanggar? Weeee..

  • Hahaha! Jujur, aku sedikit-banyak melanggar, aku tipe anak yang nggak bisa bangeeet diem di rumah dalam waktu lama. Jadi kadang aku masih jalan ke luar, tapi tentunya tetep pakai masker dan sering cuci tangan, dong! Tenang aja, jalan-jalan ke luarnya nggak sering, kok. Itupun setelah dari 2 minggu masa karantina, yaah. Karena pas masa karantina, nggak boleh out of the town dan dikasih jam malam, sampai jam 09.30 p.m.

Tipe yang tak bandel maka tak seru ya, Ham? Wkwkwk.. Tapi kalau aku jadi kamu juga aku bakal bandel sih, sedikit. :p

Ohiya, kalau nggak salah, waktu itu aku sempet lihat IG Story-mu yang bilang bahwa kegiatan belajar diundur lagi bahkan mungkin sampai sebulan, ya? Nah, selama sebulan itu, bagaimana kamu menghabiskan waktu kamu selama di asrama?

  • Iyaaa! Huhu. Karena sepertinya masih riskan untuk bisa offline class, jadi kampus di Korea menambah waktu untuk online class. Memang, ini aturan dari pemerintahnya langsung. Malah ada beberapa kampus yang udah menetapkan untuk online class selama 1 semester! Sementara itu, kampus aku masih berharap untuk bisa offline class di semester ini. Memang ada perpanjangan dan itupun sampai awal Mei (bulan depan)! Jujur, agak sulit sih menjalani ini karena bosen banget di asramaaa.. Nggak bisa ke mana-mana. Padahal ini pertama kalinya aku ke Korea setelah 2 tahun berpisah. Jadi kangen banget sama suasana Korea. Udah nggak sabar pengen ngejalanin kehidupan kampus yang seharusnya. Sayang banget pas dateng ke sini ga ada orientasi atau acara-acara lainnya. Seperti yang kamu tahu juga, Yo, biasanya tahun ajaran baru tuh rame banget dan seru, bisa tahu banyak tentang kehidupan kampus di Korea. Tapi memang lebih bersabar lagi karena pandemic ini. Semoga cepat berlalu, semuanya bisa kembali normal dan menjalani aktivitas seperti biasanya, yaah.

 

Huhuhu, aamiin aamiin.. Sedih banget dengernya. Aku juga kangen Korea dan Karawang. Tapi, boro-boro Korea, Karawang aja nggak bisa kugapai. Huhuhu..

Banyak yang bilang, banyak diam di rumah tapi banyak memakan berita negatif tentang corona malah bikin stres. Kamu juga selama sebulan di asrama seperti itu kah? Menurutmu, baiknya gimana ya supaya nggak stress dengan pemberitaan media masa dan digital ini?

  • Jujur, aku tidak sekhawatir itu, karena aku percaya, Korea udah mencoba semaksimal mungkin untuk menekan penyebaran virus ini. Buktinya, sekarang jumlah orang yang positif terkena COVID-19 udah semakin turun. Ya, kan? Tapi aku tetep berharap banget, semoga Indonesia juga cepat membaik yaaa, agar grafiknya cepat turun.
  • . Ini nih yang pengen aku tekanin terkait berita negatif tentang corona. Stop baca berita yang belum terbukti kebenarannya. Jangan menyebarkan hoax! Baca dan cari tahu berita dari sumber terpercaya! Kita tahu virus ini berbahaya karena memang belum ada obatnya, but actually there is nothing to worried about the COVID-19 that much. Intinya, jangan berlebihan menanggapi berita, tapi tetap waspada, jangan lengah! Tetap tawakal dan berdoa, yaaah. Ohiya, biar nggak stres, coba deh lakuin hal-hal positif kaya olahraga (to be honest, bagiku juga, ini yang paling susah. Haha..), nonton film, atau mungkin belajar hal baru, dan lain sebagainya. Pokoknya, jangan sampai kegiatanmu selama di karantina jadi sia-sia. Sekarang juga banyak tuh, orang jadi jago masak selama karantina ini. Hahaha.. Kalau masi bosen, mungkin bisa video call-an bareng keluarga, sahabat, temen, mantan.. Eh.

Wakakka, bole-bole. Ntar pas baru bilang ‘Halo?’ langsung ‘Tut tut tut tut.’ LOL

Tapi makasih banyak loh, Ham. Apa yang kamu sampaikan tadi jadi menyadarkan aku juga, ‘Hmm, sepertinya masih banyak masyarakat Indonesia yang abai bahayanya virus ini.’

Semoga apa yang kamu sampaikan tadi bermanfaat buat temen-temen di sini juga, yaa. Ah iya, satu lagi, deh. Pesan-pesan dong buat anak-anak milenial yang lagi work from home atau study from home dan juga para orang tua yang lagi berusaha keras untuk tetap membuat dapur mereka berasap biar mereka juga semangat melewati masa-masa sulit ini.

  • Hmm, ada, sih. Tapi mungkin pesen ini buat aku juga kali, yaah. Intinya, tetap sabar! Nikmatin setiap waktu dan prosesnya. Jarang-jarang kan punya banyak waktu di rumah, kumpul sama keluarga, bertukar cerita.. Dan manfaatin sebaik-baik mungkin waktu yang kamu punya untuk melakukan hal yang sempat tertunda. Percaya deh, ini akan berakhir dan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik lagi!

Aamiin! Yap, yap. Duh, aku jadi berkaca-kaca nih, Ham, soalnya aku nggak bisa pulang. Hahaha.. Tapi, sekali lagi, thank you, Haam! Sukses buat karirnya di sana, ya! Sekalian dong, promoin media sosial kamu di sini. Aseek..

  • Bisa, pasti bisa pulang, tapi nggak sekarang, Yo.
  • .Sama-sama, Deyo!!
  • Aamin, kamu juga sukses karirnya semoga semakin merokeeet! Wkwkwk.. Buat temen-temen yang kepo sama kehidupan aku di Korea, boleh banget reach me out through my Instagram ilhamadhan atau melalui YouTube channel-ku yang udah berdebu Ilham Ramadhan. Kalau ada kalian, aku akan semangat untuk buat konten-konten yang bermanfaat untuk aku, kamu, dia, mereka, dan kita semua! HAHAHAH, peace! ^^v
IMG_2889
Ini beberapa jam sebelum diwawancara sama Lee Teuk Super Junior, kita makan tteokpokki duluan sambil nunggu yang lainnya dateng. Ngemper banget, yhaa. Wqwq.

 

HAHAHAHAH. Iya dah, Ham, sultan mah bebas. Mau balik sama mantan, monggo. Mau cari selir lagi juga monggo. Wakakak.

Nah, gimana, dari obrolanku dan Ilham, ada hal yang bisa kamu ambil nggak? Kalau aku, tentu banyak banget yang bisa kuambil dari obrolan ini. Dari penjelasan Ilham, aku bisa dapat gambaran yang jelas banget tentang keadaan di sana dan tentang bagaimana kesiapan serta kersigapan Korea dalam menghadapi situasi ini. Gokil, ‘kan?

Saat ini, yang bisa kita lakukan hanya berdoa sambil berusaha mendukung perintah yang disampaikan pemerintah kepada kita untuk #dirumahaja. Ini bukan demi aku, dia, mereka saja, tapi ini juga demi kamu, demi orang terkasihmu.. Yuk, berjuang bareng-bareng, ini bukan waktunya untuk pamer ego masing-masing. Oke?

Sip.

Anyway…

…..

……..

..mau nanya, dong, di antara kalian, ada yang punya pintu ke mana aja nggak, sih? Aku pengennya begitu buka pintu kos, langsung ada di Sungai HanGang. Bisa nggak sih kayak gitu? /plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s