crash-landing-on-you
Udah nonton dramanya belum? Kalau belum, aku saranin mendingan nonton dulu deh daripada kena spoiler banyak.

Keadaan sekarang memang lagi nggak menentu banget. Ini juga membuat banyak instansi perusahaan mempekerjakan karyawannya di rumah atau biasa disebut dengan work from home. Situasi ini juga membuat aku lebih banyak waktu di kost-anku.

Di sisi lain, aku juga bersyukur karena jadi bisa meluangkan waktu untuk menonton tayangan yang aku suka. Ketika itu, aku lagi suka menonton tayangan dari channel YouTube-nya Diary Misteri Sara. Kalau kamu termasuk orang yang penakut mendingan nggak usah nonton.

Namun, suatu hari, channel DMS memutuskan untuk tidak mengunggah video mereka karena videonya belum sampai tahap akhir pengeditan. Jadinya aku sempat nggak ada bahan tontonan.

Iseng-iseng tak berhadiah, aku mencari hiburan sendiri di Twitter. Aku baca, ada salah satu temanku yang juga pengguna Twitter yang sedang menonton beberapa drama yang masih on going. Kelihatannya temanku ini kecanduan sekali dengan drama itu. Tapi aku tak peduli.

Merasa bosan, aku langsung beralih ke YouTube. Raditya Dika ternyata mengunggah konten baru. Tanpa pikir panjang, langsung kuklik notif itu.

Wah, tidak terasa, video yang diunggah Radit pun sudah selesai kutonton. Sebuah iklan tiba-tiba muncul di akhir video Radit. Nampak seorang perempuan yang sedang bergelantungan di ranting pohon dan seorang tentara yang sedang menunggu di bawahnya. Sepertinya ini iklan drama Korea. Gumamku.

Tanpa sadar, aku menontonnya sampai akhir. Menarik! Aku langsung memutuskan untuk menonton drama itu dan mencarinya di laman film ilegal. Iya, harusnya nggak boleh, jangan ditiru ya.

Kuketik Crash Landing on You pada kolom pencarian. Setelah berhasil menemukan laman yang kumaksud, sambil menekan logo segitiga (tanda play), aku berucap dalam hati, “Semoga aja nggak ketagihan atau bahkan kecanduan drama ini,” harapku.

Dan benar saja, sebelum episode 1 itu selesai, aku sudah langsung berpikiran ingin cepat mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya setelah episode 1 ini selesai. Fatal. Selama setengah hari aku tak bisa berhenti. Ckckck.

Aku tidak kaget karena sebelumnya aku juga pernah mengalami hal yang sama.

Iya, sebelumnya, tepatnya pada tahun 2012, dirilis drama Korea bertema Korea Selatan dan Korea Utara. Bercerita tentang orang Korea Selatan yang mempunyai kuasa menikah dengan orang Korea Utara yang juga mempunyai pengaruh di negaranya. Diperankan oleh Lee Seung Gi dan Ha Ji Won, mereka berdua berhasil mempengaruhi aku, anak SMA yang berpikir bahwa mungkin atau bisa saja Korea Selatan dan Korea Utara suatu hari nanti bersatu.

Namun, pikiran itu seolah diruntuhkan ketika kau mulai memperdalam sejarah terbentuknya negara Korea, meliputi Korea Selatan, Korea Utara, dan negara di sekitarnya di bangku kuliah.

Bahkan, ketika aku sudah menginjakkan kaki di Korea Selatan pun, wacana bersatunya Korea Selatan dan Korea Utara itu adalah hal yang mustahil. Malah seringkali jadi bahan tertawaan mereka ketika aku bertanya hal ini kepada mereka secara langsung.

Amat disayangkan, padahal kalau saja Korea Selatan dan Korea Utara bersatu, negara mereka bisa lebih luas tidak sekecil yang sekarang. Jika bersatu nanti, Korea bisa jadi negara dengan potensi pariwisata dan hiburan yang sangat sangat menarik mengingat banyak daerah di Korea Utara yang menarik bila dijadikan sebagai tujuan pariwisata internasional atau tempat syuting drama.

Namun, lagi-lagi, teman satu kelompokku membantahnya. Dia beranggapan begini, “Wah, kita nggak mungkin bersatu. Pola pikir kita dan mereka itu berbeda, Deyo,” jawab si A.

Mendengar jawaban itu, aku mengangguk. Lalu kemudian temanku si B menimpali. “Pola pikir kan bisa dibentuk lagi. Kalau kita bersatu, negara kita nggak akan diremehin sama negara sekitar kita cuma karena kita segede kutil. Kalau bersatu, kan kita jadi lebih besar.”

Lalu si C juga ikut menambahkan, “Iya, sih, tapi aku nggak siap aja kalau harus bertemu dengan mereka yang terbelakang kayak gitu. Kita harus ngajarin mereka mengenai gaya hidup kita yang modern ini? Ah, aku kayaknya sih.. nggak deh.”

Tak mau kalah, si A menambahi lagi. “Lagipula mereka sendiri juga yang gengsinya segede gaban. Mereka kan bangga dengan diri mereka yang komunis.”

“Nah, iya tuh bener. Lagipula pasti dari pihak kita juga banyak yang nggak setuju lah. Ngapain bersatu sama yang terbelakang? Kita ‘kan udah maju,” timpal si C.

“Tapi di mana-mana, negara yang kuat itu adalah negara yang bersatu, bukan bercerai. Lagian kalau menurutku, yang nggak setuju dengan ide bersatunya Korsel dan Korut ini juga paling cuma orang-orang kolot aja, termasuk kalian,” balas si B.

Begitulah kira-kira gambaran dari sesi diskusi kelompok puisiku ketika aku menempuh pendidikan pertukaran pelajar di Gangneung, Korea Selatan saat semester dua.

Sebenarnya omongan mereka ada benarnya juga sih. Asal kalian tahu, masyarakat Semenanjung Korea itu sudah lelah jadi tempat sengit antara negara adidaya di sekitar mereka. Namun, akhirnya mereka bisa membuktikan bahwa mereka bisa bangkit walaupun akhirnya harus dengan jalan masing-masing.

Kalau pendapat pribadiku, aku lebih berharap kedua negara ini bisa bersatu. Pasti mereka akan jadi negara Korea saja tanpa ada embel-embel nama arah mata angin di belakangnya. Oleh karena itulah setiap ada drama Korea yang bertemakan Korsel-Korut, aku selalu tertarik, penulis naskahnya ini akan membuat akhir cerita yang seperti apa?

Aku bakal nangis kejer kalau sampai ada penulis yang memberikan akhir cerita Korsel dan Korut bersatu karena pernikahan kedua insan saja. Beuh, drama pisan eta mah!

Alih-alih bersatu, penulis Park Ji Eun justru memberikan akhir cerita yang sangat aman. Mungkin ini juga yang membuat drama ini mendapat rating yang bagus di Korsel meskipun di tengah penayangan episode, drama ini sempat menerima banyak kecaman.

Dilansir dari situs Soompi, segenap kru drama Crash Landing on You sudah menekankan bahwa cerita dalam drama ini adalah fiktif. Namun, pada 9 Januari 2020 lalu, drama ini sempat dilaporkan oleh Partai Liberal Kristen Korea Selatan dengan tuduhan melanggar Undang-undang Kemanan Nasional sebab dianggap memuliakan Korea Utara.

Hmm, kalau dipikir-pikir, betul juga sih. Lewat drama ini, kelihatan sekali pihak kru hendak memperlihatkan keadaan Korea Utara yang meskipun masih dalam keadaan susah, tapi mereka masih hidup rukun dengan tetangganya, saling gotong royong, dan saling berbagi.

Berbeda dengan kehidupan bermasyarakat di Korea Selatan yang sudah modern. Mereka cenderung individual. Begitulah aku menangkap pesan tersirat dari drama ini.

Tak cukup kecaman dari negaranya sendiri, sebelum itu pun drama Crash Landing on You mendapat kecaman dari media pemerintah Korea Utara, Uriminjokkiri, karena dipandang telah menggambarkan negara komunis secara palsu dan penuh rekayasa. Sayangnya, media tersebut tidak menyebutkan secara terang drama atau film yang dimaksud.

Media Uriminjokkiri juga beranggapan bahwa drama tersebut merupakan penghinaan dan provokasi yang mengerikan untuk Korea Utara. Media itu juga menambahkan, orang yang menikmati drama itu tidak memiliki rasa malu dan tidak mempunyai moral.

Namun, berdasarkan dari informasi yang kudapat dari IDN Times, seorang YouTuber yang juga ikut dalam proses produksi drama Crash Landing on You bernama Kang Nara, dia menyebut bahwa visual dari pasar yang muncul di drama Crash Landing on You itu sudah dapat menggambarkan pasar yang ada di Korea Utara.

For your information, Kang Nara ini dulunya WN Korea Utara dan sudah pindah WN Korea Selatan sejak tahun 2015. Dia sengaja dilibatkan dalam produksi ini sebagai narasumber yang memberi masukan dan menjabarkan secara umum tentang kehidupan di Korut kepada tim produksi.

Kang Nara juga sempat membahas ini di channel YouTube-nya, loh. (Link kusertakan di akhir postingan ini, ya)

Mungkin bagi kalian yang belum tahu, meskipun dalam naskah, drama ini berlokasi di Korea Utara, tapi segenap pemain dan kru melaksanakan proses syuting semuanya di Korea Selatan.

Set lokasi diatur sedemikian rupa sehingga bisa menyerupai keadaan di Korea Utara. Bahkan ada yang berlokasi di Pulau Jeju! Iya, Pulau Balinya Indonesia tapi versi Korea Selatan. Nggak percaya? Nih.

crash-landing-on-you11
Lokasi: Provinsi Jeju-do

crash-landing-on-you5

Lokasi: Kota Taean-gun, Provinsi Chungcheongnam-do.

Dari foto-foto di atas, terlihat kalau Korea Utara itu masih pedesaan banget. Itu pun kalau di versi dramanya, perumahannya pun sudah termasuk yang paling sejahtera. Tapi kalau di Korea Selatan mah itu perumahaan yang pelosok banget.

Boro-boro beli perabot elektrik mahal dan kualitas berkelas, buat dapet aliran listrik yang cukup aja di Korut itu susah sekali. Definisi ‘ramai’ di Korea Utara itu tentu berbeda dari definisi ramainya Korea Selatan bahkan Indonesia.

Se-ndeso-ndesonya orang Indonesia, nggak separah orang Korut. Di sana rata-rata penduduknya nggak pakai kendaraan bermesin untuk bepergian, hanya pakai sepeda. Nggak ada transportasi umum. Itu pun hanya ada bus dan armadanya bisa dihitung dengan jari, mungkin.

Mobil mewah hanya digunakan oleh pejabat pemerintah terpilih saja dengan plat nomor khusus negara. Yaa semacam mobil dinas gitulah, tapi platnya nggak diwarnain jadi merah loh ya. Ini Korut, bukan Indonesia. :”(

Bagaimana menurut kalian? Miris memang. Tapi kenyataannya ya begitulah. Dan apa yang digambarkan di drama ini juga sesuai dengan cerita seorang ajeossi mantan WN Korut yang 33 tahun yang lalu nekad melarikan diri ke Korsel.

Di Korsel, dia kerja keras dari nol hingga bisa membeli rumah sendiri dan membangun pabrik kecil-kecilan di samping rumahnya. Dia adalah seorang bapak yang kutemui di Gangneung bersama teman seperjuanganku, Siwi, Tiara, dan Ilham.

Tapi katanya nggak semudah itu, ketika dia sudah memutuskan untuk meninggalkan Korut, dia sempat kesasar dan mendarat di Mongolia. Dia dipenjara di sana, kalau tidak salah ingat dipenjara selama tiga tahun.

Lalu dibebaskan dan dirawat oleh sebuah keluarga. Hingga akhirnya ia bisa mengumpulkan uang untuk bisa pergi ke Korsel. Begitu sampai di Korsel, ia langsung mengubah namanya dan mengubah kewarganegaraannya.

Ketika kutanya, lalu bagaimana dengan keluarga yang ia tinggal di Korut? Apakah mereka sedang atau akan baik-baik saja?

Dia tidak tahu bahkan dia juga bilang bahwa mungkin saja keluarganya sudah ditembak mati. Ketika mendengar ini, bulu kudukku langsung berdiri. Apa yang diceritakan dosen-dosenku saat di kampus berarti benar adanya.

Ajeossi itu memang dianggap sebagai pembelot. Dan memang dari yang kudengar, keluarga dari pembelot itu juga akan sengsara dan menderita atau langsung dibunuh di tempat.

Semua informasi yang kudapat dari teman-temanku dan orang di sekitarku itu sebagian besar bisa kutemui kebenarannya di drama Crash Landing on You ini. Lebih tepatnya, serupa dengan kisahnya Kapten Ri. Daripada spoiler, mendingan nonton langsung aja.

Selain menghibur, drama ini juga bisa mengedukasi kita tentang bagaimana hubungan Korsel dan Korut yang sebenarnya. Kalian akan dapat gambaran yang lebih jelas di sini tentang sedingin apa sih Perang Dingin yang sudah berlangsung puluhan tahun antara Korsel dan Korut.

Pokoknya, jangan ada lagi yang menyebut bahwa Korsel dan Korut itu bersahabat dekat yaa. Mereka hanyalah ber-partner yang suatu hari bisa saja duaarr..!!

Sekali lagi, meskipun nampaknya mimpiku untuk melihat kedua negara ini bersatu itu sangat jauuuuuhh sekali, tapi aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kedua negara ini. Jangan sampai ada perang dunia season 3. Aku nggak siap, Panjul.

6 tanggapan untuk “Drama ‘Crash Landing on You’ Bawa Harapan Korsel dan Korut untuk Bersatu?

  1. Memang hubungan kedua negara tidak setegang sebelumnya,
    tapi untuk bersatu menjadi satu negara sepertinya masih jauh yaaa..
    secara platform bernegaranya bertolak belakang.
    satu demokratis satu otoriter.
    begitulah kura-kura😊

    1. Konon katanya sih begitu. Belum pernah ketemu langsung dengan mata-mata Korut juga soalnya hahahah.. Kalaupun pernah, pasti mereka nggak akan mengungkapkan identitas mereka yang sebenarnya ke publik Korsel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s