Barusan aku baca salah satu artikel menarik yang diunggah di web Magdalene. Isi artikel itu bisa jadi mewakilkan keherananku yang sudah bertumbuh sejak aku kecil. Artikel itu berjudul, Pentingnya Sikap Berani Sendiri.

Lalu, pertanyaan yang kembali terlintas di kepalaku adalah;

Kenapa banyak orang takut melakukan apa-apa serba sendiri?

Dalam hal ini, aku menyebut ‘sendiri’ yang bermakna ‘seorang diri, tidak dengan kehadiran orang lain’ bukan yang bermakna ‘mandiri’ (dapat berdiri sendiri, tanpa bantuan orang lain).

Mudahnya, aku ‘kan berikan contoh. Misal, ketika aku SD, ada salah satu temanku, sebut saja si A, dia kebelet buang air kecil. Karena dia takut, akhirnya dia mengajak si B juga untuk menemani si A ke toilet. Ketika itu, aku heran, hampir tidak ada satupun temanku yang tidak diantar dengan teman lainnya jika ingin pergi ke toilet. Memangnya ada apa di toilet? Karena ketika itu aku termasuk siswi yang jarang mampir ke toilet, jadinya kulewati saja pikiran ini.

Tak hanya sampai di situ. Aku juga heran dengan teman-temanku yang minta diantar jajan ke warung yang berada dekat sekali dengan sekolahku. Pertanyaannya, kenapa mesti diantar? Memangnya di jalan bakal ada begal atau pencopet? Atau jangan-jangan penjambret?

Nyatanya setelah kucoba datangi sendiri, tak ada apa-apa. Aku malah bebas berlama-lama nongkrong di warung itu. Hahaha..

Bertolak ke masa ketika aku sudah menduduki bangku kuliah..

Herannya, mereka (teman-teman kuliah yang pernah kutemui) pun juga sama. Apa-apa atau ke mana- manapun serba minta antar teman lainnya.

Sedangkan aku menjadi orang yang bosan dengan pertanyaan, ‘kamu nggak takut sendirian begitu?’ dan bla bla bla lainnya yang kudengar sejak SD. Saking bosannya, terkadang pertanyaan mereka hanya kutanggapi sekenanya dengan senyuman miring atau bahkan tak kutanggapi.

Entah aku yang terlalu merasa/sok berani atau mereka yang mentalnya sebesar biji kacang hijau, yang pasti bagiku, menjadi ‘sendiri’ itu bukanlah hal yang aneh atau bahkan buruk.

Ke kamar mandi sendirian, pergi sendirian, beli buku sendirian, pulang kampung sendirian, nyuci baju di kos sendirian, dan segala hal yang kita lakukan sendirian itu adalah kegiatan yang sangat bagus. Kamu melewati segala kegiatan dengan dirimu sendiri, belajar serta menjadi dewasa secara otomatis tanpa dimentori atau digurui orang lain. Hebat bener!

Selain itu, coba bayangkan. Jika suatu saat nanti umurmu sudah banyak dan sudah menginjak usia kepala lima, tentunya sebagian dari kamu ada yang keluarganya sudah berpulang ke pangkuan-Nya, bahkan mungkin orang tuamu. Lalu bagaimana jika timbul masalah keluarga dalam rumah tanggamu? Apakah kamu akan mengajak sahabat karibmu untuk masuk ke dalam lingkup keluargamu dan membenahi semuanya atau kamu selesaikan semuanya sendiri (tentunya bersama sang suami) tanpa bantuan pihak luar?

Tentunya akan lebih baik jika masalah keluargamu diselesaikan oleh dirimu sendiri. Karena apa? Karena hanya dirimulah yang tahu unggulnya kamu, lemahnya kamu, hingga jeleknya kamu. Nobody knows it except yourself.

Oleh karena itulah, cobalah untuk berdamai dengan kesendirian dan belajar untuk berjalan dan memahami serta mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Ketika kamu sudah bisa menerima dirimu seutuhnya tanpa syarat, barulah setelah itu kamu bisa belajar mencintai dan menerima orang lain apa adanya.

Sumber:

Magdalene – Pentingnya Sikap Berani Sendiri

7 tanggapan untuk “Belajar menjadi ‘Sendiri’

    1. Bukan ke situ kok, maksudnya itu manusia siap-nggak siap, mau-nggak mau, harus belajar atau berdamai dengan kesendirian. Karena banyak juga kasus, orang itu nggak siap dengan kesendirian akibat ditinggal dengan orang terkasih, jadinya stres.
      Mungkin akunya juga sih yang ngasih contohnya kurang tepat atau kurang spesifik.

      Suka

      1. Iye. Aye ngerti maksud Eneng. Sengaja aye komen begitu… Ah Eneng gimana sih, masa aye cukup bilang: “Iye betul betul ape yang dikatakan eneng itu betul.” Kagak ada diskusi dong, Neng.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s