Jadi Anak Warnet demi Radio PPI Dunia

Post ini spesial kupersembahkan untuk channel radio online tersayangku, Radio PPI Dunia, yang sebentar lagi mau berulang tahun. Yeaaayy!

Tahun ini, tepatnya pada 18 Mei 2019, Radio PPI Dunia menginjak umur ke-10. Akhirnya yaa, bisa mencapai satu dekade setelah mendapat banyak dedikasi yang luar biasa dari generasi-generasi Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri dari masa ke masa. Nggak percaya aja, Radio PPI Dunia bisa bertahan menembus zaman hingga sekarang dan mendapatkan pendengar setia di tiap masanya.

Sedikit cerita, aku baru gabung Radio PPI Dunia itu di tahun 2017 ketika aku sedang menempuh pendidikan di Korea Selatan selama 10 bulan. Aku seneng bangeett ketika menerima email pemberitahuan bahwa aku diterima sebagai announcer di Radio PPI Dunia. Menjadi seorang penyiar radio merupakan mimpiku sejak SMP, dan.. Voila! Mimpiku jadi kenyataan hihihiiw..

Saat itu aku lagi semangat-semangatnya siaran (sampai pernah dapat penghargaan SS of The Month xixixi) dan suka banget diskusi bareng sobat siar serta sobat kru lainnya. Hingga pada suatu hari, salah satu kerabatku mengabarkan bahwa Radio PPI Dunia sedang sepi pendengar. Aku nggak heran juga sih. Dengan munculnya berbagai macam platform seperti Instagram dan YouTube, nggak salah juga kalau banyak orang yang bahkan udah mulai meninggalkan radio dan televisi konvensional. Miris sebenarnya. Apalagi ketika program dan tema pembahasan di Radio PPI Dunia lagi menarik banget tapi pendengarnya sedikit. Namun, kita nggak menyerah. Sampai pada tahun 2018 kita masih bertahan di tengah ramainya pembuatan video-blog (Vlog) di YouTube dan platform lainnya. Meski bisa bertahan, saat itu aku tambah pesimistis Radio PPI Dunia bisa menarik minat pendengar baru untuk datang ke Radio PPI Dunia. Sedih sebenarnya…

Berjalan menuju akhir tahun 2018 hingga masuk ke tahun 2019, mulai bertambah lagi platform-platform baru seperti Google Podcast, Anchor, Break, Spotify Podcast, Soundcloud (Podcast), dsb. Sejalan dengan itu pula, muncul juga kecenderungan masyarakat masa kini untuk mendengar rekaman suara demi mendapatkan informasi baru. Ini memunculkan satu pilihan baru bagi orang yang tidak suka menonton video via YouTube (atau platform lainnya) ataupun televisi untuk mendapatkan informasi. Sedikit berbeda dari radio konvensional yang punya iklan, jingle, dan salam-salam dari tokoh, podcast ini hanya berupa suara seorang atau beberapa orang yang membahas satu tema tertentu tanpa ada commercial break. Hingga kini, banyak artis seperti Raditya Dika dan Ernest Prakasa, berlomba-lomba membuat podcast di samping membuat konten video untuk channel YouTube mereka.

Menyadari hal itu, aku jadi tersadar satu hal, Radio PPI Dunia sebenarnya berkesempatan emas untuk bisa menarik pendengar lebih buanyaakk lagiii kalau jeli melihat peluang itu. Dari sinilah aku jadi opstimistis Radio PPI Dunia bisa bangkit dan bersinar lagi pada tahun ini. Aamiin..

Eits, tapi.. tunggu dulu, emang ada hubungannya sama yang kamu tulis di kolom judul di atas, Yo?

Weeyy, ada doong. Jadi, pada HUT Radio PPI Dunia yang ke-10 ini, aku berkesempatan untuk ikut menggarap drama spesial HUT RPD bareng sobat siar dan sobat kru baru lainnya. Agak berbeda dari drama radio yang sebelumnya, kali ini kita ambil tema yang sedikit lebih menantang: Misteri, Horor. Selama terlibat dalam proses pengerjaannya, aku harus ke warnet dan rela jadi pelanggan setia di warnet yang terletak dekat tempatku tinggal dalam 4 bulan terakhir ini. Harus rela bolak-balik warnet karena laptopku lagi dalam keadaan koma di tempat reparasi laptop yang ada di Karawang. Aku kangen kamu, Vavaa. Cepet sembuh ya laptop kesayanganku! :”(

Sedikit curhat nih, tiap pulang kerja aku bela-belain pergi ke warnet buat ngerjain projek ini. Di badan kerasa capek, tapi di hati kerasanya seneeeeng gitu. Mungkin karena ini adalah hal yang kusuka, jadi mau secapek apapun, aku nggak akan mengeluh. Luar biasa memang. Tapi kasihan juga tubuhku, habis lelah kerja seharian penuh, terus dipaksa ke warnet wkwkwkwk but it’s okaayy. I’m happy doing this.

Eh, aku masih belum kasih tahu ke kalian ya apa kontribusiku dalam projek ini? Biar jadi rahasia sampai rilis nanti ahh :p hahahah.. Yang terpenting yang harus kalian tahu tuh bukan itu, tapi tentang dramanya, dums. Oke, kubocorin sedikit. Drama ini durasinya panjang, kurang lebih 2.5 jam. Alhasil nanti bakal dibagi jadi 3 bagian yang mulai mengudara dari tanggal 16 s.d. 18 Mei 2019.

Jangan tanya ke aku tentang jalan ceritanya karena pasti aku nggak bakal jawab. *ampuuun hahahah*

Alangkah indahnya dunia ini tanpa spoiler, ya kan?😂 Kusaranin, mendingan tunggu aja poster dan teaser video resminya yang bakal rilis di Instagram resmi RPD @radioppidunia dan Twitter @_radioppidunia_. Oki oki?

Gimana? Udah cukup bikin penasaran belum?

Buruan gih, ajak temen, kerabat, tetangga, temen kerja, gebetan, pakde, bapake, bude, ibuke, adek, abang, eyang putri, eyang kakung, dan semua orang yang kamu kenal untuk stay tune dengerin drama misterinya bareng -bareng. Inget loh ya, hanya di Radio PPI Dunia, nggak ada di channel radio online lainnya.

Bingung mau dengerin via apa? Kamu bisa download aplikasi Radio PPI Dunia di Playstore atau AppStore hapemu, yaaaa!

Hope you enjoy the drama! Ah, once again, happy birthday, Radio PPI Dunia!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close