Baru lihat postinganku yang sebelumnya, ternyata isinya postingan galau gitu. Hahaha. Baru nyadar. Ya sudahlah, ya. Mungkin itu efek baru banget pulang dari Negeri Ginseng trus masih jetlag, harus ke sana ke mari langsung ikut kegiatan kampus namanya Pacific Asia Society (kegiatan tahunannya Prodi D3 Bahasa Korea UGM). Alhasil, rindu selama di Korsel belum terbayar, udah harus bersabar lagi alias menahan rindu sedikit lebih lama lagi (yang entah sampai kapan) akhirnya semua ditumpahin ke dalam bentuk tulisan singkat itu. Fiuh.

Ngemeng-ngemeng, alhamdulillah setelah pulang dari Korsel, kerinduan akan Indonesia terbayar sedikit demi sedikit. Meskipun udah di sini, anehnya, masih tetep rindu banget dengan Indonesia, tapi kangen juga dengan Korsel. Indonesia yang bikin rindu, keramahan masyarakat dan kulinernya, bagiku terbaik sedunia! Sedangkan dari Korsel, aku merindukan kedisiplinan, ketertiban, dan semangat kerjanya.

Oleh karena itu, berdasarkan hal di atas, ada beberapa hal kecil yang bikin aku perlu beradaptasi lagi dengan lingkungan di negaraku sendiri:”)

Yaa bisa dibilang, aku mengalami home country’s culture shock. (Bener ngga tuh?)

Dulu, pas diceritain sama seonbae (kakak tingkat), sempet nggak percaya. Masa sepulang dari Korsel bisa sampai culture shock sama budaya sendiri, sih? Juga, masa bisa sampai lupa sama kosa kata bahasa ibu sendiri, sih? Mana mungkin! Gumamku ketika itu.

Tapi semuanya terbukti setelah aku berada di sana kurang lebih di 5 bulan pertama. Aku mulai lupa kata-kata sederhana dalam bahasa Indonesia. Takut semakin parah, aku tetap menulis blog ketika itu, blog pribadi (ya blog ini maksudnya). Ditambah lagi tetep ikut jadi editor di pers kampus UGM, SKM UGM Bulaksumur namanya. Itung-itung melatih kemampuan menulis Bahasa Indonesiaku. Khawatir hal itu juga bisa menambah semakin parah pada speaking Bahasa Indonesiaku, aku mendaftarkan diri sebagai announcer, atau akrabnya disebut Sobat Siar, ke Radio PPI Dunia. Dan, tebak apa? Ternyata benar-benar semakin parah! Bayangkan, ketika siaran aku seringkali kesulitan memilih kata-kata dan membutuhkan waktu beberapa detik untuk memikirkan kata yang tepat. Kadang kalau nggak ketemu, dilewat aja sama aku. Maafkan, aku sobat siar yang masih sangat perlu banyak belajar. 🙏🏻 Tapi ini salah satu yang menarik, sih. Hahaha. Dan, tahu nggak? Aku kan juga sering sharing dengan sobat siar yang lain, ternyata bukan hanya aku aja yang kesulitan dalam hal bahasa, sobat siar lainnya pun mengalami hal yang serupa! What a funny moments! Mengetahui hal itu, barulah aku sadar, “Oh, jadi ini hukum alam, ya?”. Maka dari itu aku menikmati aja masa-masa kesulitanku itu. Toh ini salah satu ‘bumbu’ dari perjalanan seorang mahasiswa ke luar negeri. Itu yang kusimpulkan. Jadi, kamu yang pernah atau sedang mengalami hal yang serupa, jangan berkecil hati, ya! Just enjoy it! 😀

Sebenarnya nggak cuma dalam bidang bahasa, banyak banget hal lainnya yang bikin aku kaget selama keberadaanku di Indonesia setelah kepulanganku dari Korsel.

Kalau kujabarin dan jelasin atu-atu bakal jadi satu buku sih:”) (ini baru sebulan loh)

Tapi kayaknya segitu dulu kali ya. Culture shock yang lainnya, aku terusin di postingan selanjutnya. Kalau postingan ini banyak yang suka, bilang ya dengan komen di kolom yang ada di bawah ini. Kalau nggak suka, bisa komen juga. Kalau lebih banyak yang suka, aku bisa lanjut ke postingan selanjutnya nih. Hehehe. Satu hal itu dulu, ya. C u di postingan selanjutnya!

Trims,

Asprilla

2 tanggapan untuk “Culture Shock dengan Budaya Negara Sendiri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s