Spring on Mei – Part I: Coba-coba Bikin Makgeolli, Yuk!

Selama tinggal di Korea Selatan, aku udah nggak asing lagi sama yang namanya 술 atau biasa disebut sul yang sering banget muncul di setiap drama korea, apalagi pas scene-nya lagi galau gitu, pasti jatuhnya bakal nge-sul. Buat yang sering nonton drama korea sih rata-rata udah pada paham. Tapi tenang aja, buat yang jarang (bahkan nggak pernah) nonton drama korea, bakal aku kasih tahu, deh.

Jadi sul itu artinya minuman beralkohol, sedangkan jenisnya kalau di Korea Selatan itu ada banyak, sebenarnya. Terbagi menjadi beberapa kelompok sesuai cara pembuatannya. Kalau jenisnya terdiri dari dua. Pertama, sebut aja sul modern yang bisa dibeli di supermarket. Lalu yang kedua, ada sul tradisional (handmade) yang pembuatannya pun masih sangat sederhana.

Nah kali ini, yang mau aku jelaskan ke temen-temen adalah cara pembuatan sul tradisional Korea Selatan atau biasa disebut makgeolli (막걸리). Yuk!

Aku, Tiara, Siwi, dan Ilham hari ini akan mengikuti kegiatan pembuatan minuman beralkohol tradisional Korea Selatan di pusat kota Gangneung. Berita tentang diselenggarakannya kegiatan ini sebenarnya didapat dari salah seorang dosen kami, Ibu Im Yeon Hee (임연희 선생님), yang juga salah satu staff di Office of International Affairs-nya GWNU. Selain kami berempat, para mahasiswa asing lainnya di kampus kami juga ikut  berpartisipasi dalam  kegiatan ini, loh.

1493880320313.jpeg

Jadilah kami hadir di pusat kota hari ini untuk ikut serta dalam pembuatan minuman alkohol tradisional Korea Selatan. Kami berangkat bersama dengan beliau dan tiga dosen lainnya (teman akrab Ibu Im Yeon Hee juga). Masing-masing dari para dosen membawa mobilnya sendiri-sendiri. Setiap mobil berisi empat sampai lima orang. Selama di mobil, kami mengobrol dan saling berbagi cerita mengenai bagaimana kehidupan kami selama di Gangneung meskipun memang masih terhitung seumur jagung.

Lagu yang diputar di dalam mobil pun tidak ketinggalan mengiringi perjalanan kami hingga sampai di lokasi. Sesampainya di lokasi, kami turun dari mobil dan disambut oleh suatu gerbang pintu masuk ala Korea zaman dulu. Papan bertuliskan nama ‘Gangneung Daedohobu’ tepasang rapi di depan gerbang pintu masuknya. Banyaknya orang yang datang, meramaikan dan memenuhi lokasi pelaksanaan kegiatan. Benar saja, lokasi kegiatan ini selain terletak di pusat kota, juga terletak dekat dengan pusat perbelanjaan yang ada di Gangneung. Jujur aja, ini kali kedua kami mendatangi Gangneung Daedohobu setelah sebelumnya kami mengikuti kegiatan Ujian Pegawai Negeri Sipil ala Korea zaman dulu di episode sebelumnya (lihat post).

Sudah ada banyak partisipan (yang kebanyakan di antaranya merupakan warga asing) yang berdatangan. Selain partisipan, kegiatan ini juga terlihat dipenuhi oleh panitia penyelenggara kegiatan, pengisi acara, serta beberapa reporter media cetak, TV Nasional, dan internet. Perlu kalian ketahui, di Korea Selatan itu di mana ada acara, di situ (pasti) ada pemburu berita. Jadi aku nggak heran saat masuk ke lokasi, sudah ada banyak kawan-kawan pers yang siap dengan kamera serta note dan pulpennya.

Begitu masuk, aku disambut dengan beberapa deret meja yang diselimuti taplak meja berwarna biru tua. Di atasnya sudah tersedia bahan dan alat yang digunakan untuk membuat minuman alkohol tradisional Korea Selatan. Tadinya kupikir bahannya bakal sulit dicari, tapi ternyata gampang banget, kok.

Emang apa sih bahannya?

1493880412191.jpeg

Seperti yang kalian bisa lihat pada gambar tersebut, ada sekantung plastik ragi, setengah toples nasi, 1.5 liter air putih, baskom, sepasang sarung tangan, dan secarik kertas petunjuk pembuatannya. Tiga puluh menit berselang, pembawa acara melimpahkan kekuasaannya kepada seseorang yang memang ditugaskan sebagai pengarah dalam pembuatan minuman alkohol tradisional Korea Selatan.

Sebelum memulainya, jangan lupa untuk menggunakan sepasang sarung tangan putih yang sudah disediakan dan gunakan pula kertas pembungkam mulut agar tidak ada bahan kimia yang keluar dari mulut ke dalam adonan. Setelah itu kita bisa langsung memulainya. Langkah pertama yang harus ditempuh ialah, mengeluarkan nasi yang ada di dalam toples ke dalam baskom yang sudah disediakan. Lalu menaburkan sekantung bubuk ragi ke dalam baskom berisi nasi tersebut. Aduk dengan tangan.

1493880357048

Pastikan nasi dan bubuk ragi tersebut teraduk dengan rata sehingga nanti hasilnya bisa maksimal. Jika nasi dan bubuk ragi sudah teraduk dengan rata, masukan kembali ke dalam toples semula lalu tuangkan air putih sebanyak kira-kira 70% dari 1.5 liter botol air yang disediakan. Tutup kembali toplesnya dengan rapat, jangan sampai udara masuk. Ini sangat berpengaruh terhadap enak atau tidaknya minuman alkohol atau makgeolli yang telah dibuat. Usai membuat makgeolli, para peserta tak lupa untuk membereskan bahan-bahan bekas yang telah dipakai.

1493880344111

Hm, jujur aja, ini pertama kali buatku. Ternyata caranya semudah ini. Cukup membuatku terkesan juga, aku bis atahu cara pembuatan minuman alkohol yang sangat disukai orang-orang Korea Selatan sedari dulu, luar biasanya, bisa bertahan sampai sekarang dan masih banyak yang suka juga walaupun memang rata-rata penyukanya adalah orang-orang lanjut usia (karena memang anak-anak muda lebih menyukai sul modern).

Kukira ini sudah jadi makgeolli, ternyata belum. Adonan ini akan jadi makgeolli setelah didiamkan beberapa hari. Katanya, semakin lama akan semakin enak, tapi entahlah. Maaf karena aku tidak bisa memberikan detail rasanya karena aku tidak mau dan tidak bisa pulau meminum makgeolli yang sama artinya aku meminum minuman beralkohol hehehe… Bagian yang terpenting, aku bisa mengetahui cara pembuatannya terlepas itu enak atau tidaknya ahahha…

Sesudah itu, kami masih berkumpul dan mengobrol satu sama lain. Beberapa lainnya juga ada yang selca (self camera) dan diminta untuk melakukan wawancara singkat, menanyakan pendapatnya tentang kegiatan ini. Ilham pun lagi-lagi ditarik beberapa pers Gangneung untuk melakukan wawancara singkat, begitupun aku yang sewaktu itu diwawancara oleh pers kampus GWNU (kalau kalian tahu, waktu itu jawabanku singkat-singkat buanget dan bisa dibilang cuma itu-itu aja, terbata-bata pula karena itu kali pertama diwawancara).

1493880384142.jpeg

 

1493880324224

Usai sekitar 20 menit berlalu, acara ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama oleh seluruh peserta dan para panitia penyelenggara. Tak lupa, para pers yang hadir pun langsung mengacungkan kamera yang dibawanya sembari memberi aba-aba sebelum mengambil foto. Nah ini dia fotonya. Salah satu pengalaman yang berharga pokoknya!

1493880330298

Yup, aku masih nggak tahu akan bagaimana kelanjutan ceritaku selama di Gangneung, Provinsi Gangwon-do, Korea Selatan. Namun aku berharap semoga aku bisa mencoba hal-hal seru yang lainnya lagi serta bisa membuat kenangan yang lebih banyak bersama orang-orang di sini. Mudah-mudahan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close