Happy April! – Part VII: Our Friday In Everland!

Pukul 6 aku terbangun sepenuhnya karena serangan alarm bertubi-tubi yang tak bisa kuhindari. Jumat ini sudah menjadi agendaku dan teman-teman eohakdang untuk pergi ke Everland (salah satu wahana permainan sejenis Dufan). Sebelum kedatanganku ke Korea Selatan, aku memang sudah banyak mendengar tentang Everland dari kakak-kakak tingkat dan juga para dosen yang sudah pernah datang ke Everland. Kebanyakan dari mereka berpendapat sama, menyenangkan! Lantas ketika pertama kali mendapat kabar kami akan jalan-jalan ke Everland dari Bu Im Yeon Hee (bagian Office of International Affairs GWNU) minggu lalu, baik aku, Tiara, Siwi, dan Ilham langsung terlonjak girang dan tak sabar menunggu hari Jumat ini yang akhirnya tiba juga. Jumat ini menjadi hari kami melampiaskan kegelisahan kami akan hasil UTS mata kuliah Korean Culture pada hari Kamis kemarin. Oleh karena itu untuk pertama kalinya di Bulan April, tadi malam aku tidur jam 12 malam, setidaknya 3 jam lebih cepat dari yang biasanya.

Sehabis mandi aku sarapan. Sarapanku pagi ini adalah kimbab yang sudah kubeli tadi malam bersama Siwi. Kami tahu hari ini pasti bakal melelahkan sekali. Tadi malam kami juga beli beberapa makanan ringan untuk dimakan di bus atau untuk camilan selama di Everland. Setelah semua dirasa siap, kami memutuskan untuk berangkat. Kami berangkat 30 menit lebih awal karena Siwi mengambil uang dulu di Bank Nong Hyeob dekat gedung kampus. Sementara Ilham dan Tiara menyusul.

Sehabis dari bank, kami langsung ke tempat kumpul seperti yang dijanjikan. Rupanya kami datang paling pertama karena belum ada satu pun yang tiba. Tak lama seorang teman kami asal Kamboja tiba di tempat juga disusul teman kami asal China lalu beberapa teman-teman lain dari kelas yang berbeda. Tepat pukul delapan semuanya sudah berkumpul. Pukul 8.15 bus yang kami tumpangi langsung berangkat. Aku tidak tahu jika ke Everland akan menghabiskan cukup banyak waktu hingga kami bisa tertidur di dalam bus dengan cukup tenang.

Ketika bus terasa sudah mengurangi kecepatannya dan perlahan berhenti, aku langsung membuka mata. Kupikir kami sudah tiba di Everland, rupanya kami baru saja berhenti di sebuah rest area. Anak-anak semua keluar dari bus. Ada yang beli jajanan, ada yang ke kamar mandi, dan ada yang saling mengobrol. Tak lama, dosen-dosen kami datang lalu memberikan burger dan satu kaleng soda untuk sarapan kami. Jujur saja, ini bukan sarapan yang sehat sebenarnya, tapi mau bagaimana, burgernya kelihatan enak. Eits, tapi tenang dulu, burger yang kumakan ini pake daging ayamkok. Bukan pakai daging babi, jadi aman. Para dosen-dosen dan staf Office of International Affairs sudah paham kalau kami (aku, Tiara, Siwi, dan Ilham) adalah orang muslim.

Setelah menghabiskan sarapannya, kami langsung menuju bus dan langsung tancap gas ke Everland. Para penumpang melanjutkan tidurnya masing-masing, termasuk aku. Bagi orang Korea Selatan, pukul 8 adalah waktu yang terlalu pagi untuk mengawali sebuah kegiatan. Hal itu juga terasa sekali olehku. Jam sembilan pagi pun sudah seperti jam tujuh pagi layaknya di Indonesia. Entah mengapa semenjak di Korea Selatan aku merasa waktu berjalan dengan cepat sehingga tak sadar waktu sudah berlalu. Seperti halnya pagi ini. Jika saja aku tidak menyetel alarmku yang jumlahnya bisa sampai belasan itu, bisa jadi aku bangun kesiangan dan tidak bisa ikut ke Everland pagi ini.

Bus yang kami tumpangi hening tak ada suara bicara. Kami terlelap dalam tidur. Mungkin karena kami bangun terlalu awal hari ini untuk bersiap-siap, terutama bagi para perempuan. Hahaha.. Maklumlah, semua yang ikut ke Everland hari ini mengenakan pakaian terbaik yang mereka punya. Semuanya cantik-cantik dan ganteng-ganteng sesuai dengan gayanya masing-masing.

Satu setengah jam kemudian, bus sedikit mengerem mendadak sehingga membuatku tersadar kalau kami sudah sampai di Everland, tempat yang kami idamkan bahkan sejak di Indonesia. Setelah turun dari bus, wajah-wajah yang tadinya mengantuk mendadak berubah menjadi wajah-wajah ceria seakan tak sabar untuk berpetualang di Everland. Begitu juga aku.

Nyatanya benar. Everland terlihat sangat besar dan luas. Wahana permainannya pun beragam, aku bingung mau memulainya darimana hingga akhirnya Ilham mengomandani kami untuk menaiki T-Express lebih dulu. Satu wahana permainan yang menjadi wahana andalan di Everland. T-Express sendiri merupakan wahana permainan sejenis roller coaster. Aku tidak begitu paham apa perbedaan yang sangat menonjol dari T-Express dan roller coaster itu sendiri. Berdasarkan yang kuamati, wahana permainan T-Express ini terbuat dari kayu-kayu yang pastinya dijamin kekuatannya berbeda dari roller coaster yang biasanya. Inilah yang membuat Everland tetap menjadi salah satu tujuan tempat wisata warga lokal dan warga asing yang tinggal di Korea Selatan.

 

Sebelum terjun ke lokasi wahana permainan T-Express, para dosen mengajak kami untuk foto bersama. Selama sesi foto ini banyak canda dan tawa di antara kami. Terutama di antara kelas 4 dengan dosen terbaik kami, Bu Kim Ye Sol dan Pak Kim Geon Woo. Ini menjadi salah satu alasan yang membuatku nyaman dan sangat senang berada di antara mereka.

FB_IMG_1492876033386.jpg

Seusainya sesi foto bersama, Pak Geon Woo langsung memerintah kami untuk bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama selama di Everland yang langsung kami sahut dengan teriakan, “네, 알겠습니다 선생님!!” dan diakhiri dengan suara tawa kami yang saling bersahutan.

Everland memang dibuat seperti dunia di negeri dongeng. Sejak awal masuk ke sini, mataku tak berhenti terpana dan banyak dikagumkan oleh bangunan-bangunan serta properti-properti lucu bak dunia di buku dongeng.

FB_IMG_1492798368442

Aku juga banyak melihat unsur panda di mana-mana. Ada boneka panda, stiker panda, gantungan kundi panda, tas panda, bando panda, tempat pensil panda, dan masih banyak yang lainnya. Sehingga membuatku bertanya-tanya, ada hubungan apa Everland dengan panda-panda ini? Heuheu..

Tak lepas dari keheranan itu, selama perjalananku dan teman-teman kelas 4 mencari letak wahana permainan T-Express, kami sering dipertemukan dengan orang-orang yang kebanyakan datang ke Everland dengan berpasang-pasangan. Sebenarnya aku agak risih melihatnya karena mereka menunjukkan kemesraan di depan umum. Ini bukan hal yang biasa kalau di Indonesia. Ya mungkin di Indonesia juga ada, tapi tidak seterbuka ini. Hmm.. ini toh salah satu yang namanya culture shock. Tentunya aku harus bisa tahan dengan pemandangan ini sampai sepulangnya nanti. Lama-lama terbiasa juga kok melihatnya.

Selama setengah jam lebih mencari, akhirnya kami menemukan letak wahana permainan itu. Betapa takjubnya kami ketika melihat antriannya yang sangat panjang sampai keluar gedungnya. Kami bertujuh harus sabar dengan antrian ini. Kurang lebih selama dua jam kami diuji, akhirnya tiba giliran kami untuk menaiki wahana ini. Kabarnya T-Express adalah wahana permainan yang paling menyeramkan. Aku tidak akan percaya kata-kata itu sebelum aku merasakannya sendiri.

FB_IMG_1492798341376

Permainan diawali dengan tanjakan perlahan hingga mencapai puncak tertinggi dan melesat dengan kecepatan tingginya hingga aku nyaris percaya bahwa jantungku sudah tertinggal di puncak tadi. Saking terasa tingginya, aku hampir berharap bahwa aku akan terlempar dari kursi tempatku duduk. Terpental hingga ke suatu tempat seperti yang terjadi di film Final Destination, tapi aku lupa seri keberapa. Itulah gambaran singkatnya. Parahnya tenagaku banyak terbuang di bagian tangan (terlalu erat menggenggam besi di depanku), kakiku yang berusaha untuk tetap menapak di dasar keretanya agar tidak ikut terbang terpental keluar jalur, kepala dan pundakku yang bertahan menerjang angin selama kereta itu ngebut kesetanan, dan yang terakhir pita suaraku yang tak berhenti berteriak hingga terasa perih.

Pada akhir aksinya, kereta T-Express pun mulai memperlahan lajunya hingga berhenti. Aku angkat kaki dari kereta itu dan kepalaku sedikit berputar-putar dengan badan yang sedikit goyah. Aku mengedipkan mataku, memulihkan konsentrasi ke lingkunganku. Kalian pasti tidak akan percaya kalau sehabis menaiki T-Express itu kakiku sedikit gemetaran untuk beberapa waktu.

Tiara, Ilham, Siwi, Seosam, dan Singyang eonni bercerita satu sama lain karena saking takjubnya dengan apa yang barusan mereka naiki. Ya.. rupanya bukan aku saja yang merasa seperti itu. Merasa seperti akan terpental dan terlempar jauh dari bumi. Oh, ayolah. Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa membuktikannya sendiri ke sini.

Tak hanya menyerah sampai di situ, Ilham dan Siwi juga tertantang untuk menaiki roller coaster yang satunya lagi dengan dua kali lintasan memutar 360°. Sepertinya mereka gila.. Tapi jujur saja, sama seperti mereka, aku juga sempat dibuat penasaran dan merasa tertantang ingin menaiki roller coaster itu juga. Tapi sepertinya tubuhku saat ini kurang mendukung untuk naik roller coaster itu.

Rupanya kami belum makan siang. Kami lupa dan nyaris saja melewatkannya jam makan siang kami. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Kami pun memutuskan untuk mencari tempat makan. Aku mengeluarkan kupon kuning dari tas kecil putih yang kubawa. Kami pun memilih Restoran Garden Terrace dengan menu makanan Bulgogi Bake and Coke. Aku sengaja memilih tempat duduk di balkon restoran itu karena kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa dari atas balkon itu.

1492781152733.jpeg

Setelah selesai menikmati santapan makan siang, kami langsung berburu mencari wahana permainan yang lainnya. Apa naik roller coaster putih itu aja, ya? Tapi melihat antrean panjang itu, Ilham dan Siwi yang sudah semangat naik roller coaster jadi memutuskan untuk naik roller coaster air yang tingkat menakutkannya tidak sebesar T-Express. Aku pun ikut dengan mereka (bukan bermaksud menantang atau mau sok berani, aku hanya penasaran saja karena sudah lama aku tidak menghabiskan waktu di wahana permainan seperti ini) minus Tiara dan Singyang eonni yang memilih menaiki wahana permainan lainnya. Mungkin karena mereka trauma pasca naik naik T-Express.

Semuanya aman terkendali. Roller coaster air ini cenderung lebih santai dibandingkan T-Express yang lajunya seperti kereta kesetanan. Hal yang membuatku terkaget-kaget adalah ketika kereta meluncur dari puncak tertinggi hingga membuatku merasakan lagi bagaimana “rasa seperti akan terlempar dari kereta” itu. Percaya atau tidak, hatiku sampai berteriak, “Oh, tidak! Oh, tidak! Jangan rasa ini lagi! Jangan sampai aku terlempar keluar dari kereta!” yang berakhir dalam keadaan air menyiprat dari berbagai sisi akibat kereta yang melaju terlalu cepat. Oke. Sepertinya hal ini menimpaku lagi karena aku terlalu meremehkan roller coaster ini.

Setelah kedatangan Tiara dan Singyang eonni dari wahana permainan yang lainnya, seakan tak ada habisnya, Ilham dan Siwi ingin mencoba menaiki roller coaster kecil yang kebanyakan hanya dinaiki oleh anak-anak beserta orang tuanya. Entahlah, semenjak menaiki ­T-Express nyali kami jadi membara dan semakin tertantang untuk mencoba semuanya. Heuheu..

Selama menaikinya, aku tidak merasakan hal yang kurasa seperti saat di T-Express. Tikungan-tikungannya saja yang membuatku nyaris berpikir bahwa aku akan menabrak setiap tiang yang akan kulewati. Namun tetap saja tidak segila dan semendebarkan T-Express.

Sehabis menaiki ini, kami bertemu dengan Kik, teman kami dari Thailand. Ia bersama teman-teman asal Vietnam berkumpul dan jadi satu rombongan denganku. Ramai bahasa Vietnam saling sahut menyahut, karena mahasiswa Vietnamlah yang paling banyak di antara kami.

Rasa lelah akibat menaiki wahana permainan yang menguras tenaga ini membuat kami lelah sehingga kami memutuskan untuk berkeliling sebentar hingga tak beberapa saat mataku kepincut dengan pemandangan eskrim yang terlihat lezat sekali. Sudah terbayang rasanya bagaimana es krim itu melebur di lidahku. Alhasil jadilah kami membeli es krim lezat itu. 1492782832315.jpeg

Masih banyak hal-hal menarik lainnya yang tidak sempat dan tidak mampu kuabadikan semua ke dalam bentuk foto. Hanya beberapa foto itu saja hehe.. Sisanya ada di bawah ini. 14927828498751492780682443

Segitu aja kayaknya ceritaku ketika di Everland. Semisal teman-teman ingin tahu lengkapnya dan ingin ngebuktiin benar atau nggaknya yang kuceritain di atas, datang aja ke Everland dan coba naikin wahana permainannya secara langsung! Jangan lupa ajak teman-temanmu juga supaya lebih seru. Kan enak, ada teman berbagi rasa takut juga. #loh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close