Sepatah Kata untuk Teman (Part I)

Entah ingin memulai cerita ini dari mana. Namun, masa dimana aku sangat merasakan arti hadir kalian ketika kita sama-sama melangkah ke semester tiga.

Kupikir semester tiga sama saja seperti semester dua yang cenderung membosankan. Aku sampai lebih asyik dan nyaman di luar prodi ketika itu. Tapi semester tigalah yang menyadarkanku keberartian kalian.

Oke kupikir cukup ya berpuisinya. Silakan bisa langsung close tab ini atau beralih ke postingan yang lainnya. Aku khawatir aja kalian bakal euneuk atau nganggap postingan ini asli lebay. Entah dari bahasanya ataupun dari penulisnya. Heuheu..

Tapi aku sangat, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada kalian yang berkenan meluangkan waktunya yang padat untuk membaca postingan ini. Terima kasih juga karena telah berkenan membaca dan mengikuti postinganku dari awal hingga di postingan ini. Hehehe..

Hmm.. Setelah dipikir-pikir, aku tertarik buat bahas mulai dari awal tapi nggak semuanya. Awal masa kuliah aku sering komunikasi sama Lathifa (Ifa), Nuramalia (Amel), Yazid, dan Shinta. Ketika itu aku dinyatakan lulus sebagai Mahasiswa Program Studi Diploma III Bahasa Korea UGM melalui jalur PBUSMAK. Aku belum mengenal betul mereka, tapi karena memang keperluan yang penting dan mendesak, aku sering berkomunikasi dengan mereka mendiskusikan banyak hal. Aku juga seasrama dengan Ifa di Asrama Kinanti. Sementara Yazid dan Amel mereka tinggal di kost-an sekitar kampus. Sayangnya Asrama Kinanti berada cukup jauh dari kampusku. Selama satu semester berjalan, aku sangat sering keluar bersama Ifa.

Lambat laun berjalan, baik aku maupun Ifa jadi jarang bareng karena kesibukan dan keperluan masing-masing yang berbeda. UKM yang kuikuti pun mengadakan beberapa kegiatan dan pertemuan antar anggota divisi yang sebagian besar di antaranya tidak bisa kuikuti karena kegiatan dalam prodi yang tidak bisa kutinggal begitu saja. Sekalipun ada waktu, hanya kumanfaatkan untuk waktu istirahat di kamar asrama. Tak jarang juga aku pulang malam padahal batas jam pulang malam di asrama adalah jam 9 malam. Selebihnya, jika memang ada urusan penting ataupun mendesak, harus izin atau memberikan keterangan terlebih dahulu sebelum waktunya. Karena itulah sebisa mungkin aku tidak pulang lebih dari jam 9 malam. Tapi pernah suatu hari aku harus pulang malam karena memang ada kegiatan di kampus. Beruntungnya aku, ada yang berkenan untuk menampungku di kamar kost-nya. Namanya Amel.

Dia berasal dari Probolinggo (tapi gaholnya di Surabaya bro), Jawa Timur. Jujur aja, awalnya aku bingung kenapa dia dengan mudahnya menawariku untuk menginap di kost-nya padahal kali itu adalah kali pertama bagiku menginap di kost-nya. Sebenarnya sampai detik ini aku belum menemukan jawaban atas pertanyaanku itu. Hmm..

Kukira kali itu adalah kali terakhir aku menginap di kost Amel, tapi parahnya malah semakin sering. Kegiatanku yang semakin menggila dari hari ke hari membuatku memang benar-benar harus pulang malam. Entah itu karena tugas individu, tugas kelompok, dan unit kegiatan organisasi internal maupun eksternal prodi. Aku tidak punya kendaraan apapun di Yogyakarta (biar lebih akrab panggilnya Jogja aja deh ya), mau sepeda, motor, apalagi mobil, aku tidak punya.

Lantas selama ini kamu naik apa, Yo?

Jalan kaki. Nggak ada pilihan lain juga lagipula aku menikmatinya. Lalu kalau aku pulang malam, percuma aja semisal aku memutuskan pulang pukul 20.45, aku akan sampai di asrama sekitar pukul 21.15 bahkan bisa lebih. Kalau jalan kaki dengan langkah besar-besar dan cepat, aku bisa saja sampai di asrama dalam waktu 15 menit. Tapi setiap pulang malam itu badanku udah nggak sanggup untuk jalan cepat karena badanku sudah capek seharian di kampus. Pernah suatu malam aku nekat tetap jalan pulang ke asrama, sampai di asrama pukul 21.34 WIB. Alhasil aku tidak ada pilihan lain selain menghadapi dua satpam asrama dan menerima hukuman dengan lapang dada. Saat itulah aku bersyukur mengetahui fakta bahwa aku pernah mengikuti ekstrakurikuler paduan suara di SMA, marching band di SMP, dan kegiatan mengaji di bangku SD sehingga aku tidak gemetaran ketika diberi hukuman menyanyikan lagu wajib dan hukuman melafalkan surat-surat pendek Al-Qur’an dengan lantang malah ketika itu aku merasa enjoy melaksanakan hukumannya.

Lalu aku menceritakan hal ini ke Amel. Dia langsung menawarkanku untuk menginap di tempatnya. Tidak semua ajakan Amel ku-iya-kan, melihat sikon yang kadang masih memberiku kemungkinan untuk tetap bisa pulang ke asrama. Tak jauh dari kost Amel, aku juga sering main dengan Shinta. Meski nggak sesering ketika aku sama Amel. Awalnya kukira dia perempuan penutup dan sangat pendiam. Tapi percayalah, dia tidak seperti yang kubayangkan ketika awal mengenalnya. Heuheu.. Tapi kuakui memang Shinta lebih tertutup dibandingkan denganku. Apalah aku yang hanya butiran debu kalau dibandingkan dia. Jago masak, cocok nih jadi calon istri idaman para pria.

Lalu beranjak ke semester dua, bertambah lagi temanku, Mutia. Kalau tidak salah ingat, ia memutuskan untuk pindah kost bersama dengan Amel semenjak awal semester dua karena dia tidak nyaman dengan kost-nya yang lama. Mulai dari sinilah aku mulai dekat dengan Mutia ditambah lagi aku satu project dengannya di Tim Inti Korean Culture Festival jadi sering bertemu dengannya. Aku pun sering main ke kost-an Amel. Jadilah kami berempat selalu bareng-bareng sampai dengan detik ini. Percaya atau tidak, aku harap sepulangnya dari Korea kita tetep bisa solid yaaaaaa. Shinta dan Mutia jangan sering-sering balik ke Boyolali atau ke Purworejo, dong. Aku sama Amel jadi sering cemburu pengen pulang kampung jugak:’)

To be continued…

2 tanggapan untuk “Sepatah Kata untuk Teman (Part I)

  1. Huhu jadi kangen temen2 jogja

    1. Aduh malu mbaakk postingan ini dibaca huhu:’ jangan disebar ya mbak huhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close