Dalam perjuangan untuk (pelan-pelan) melepasnya.

Entah kenapa aku nggak pernah bisa bertahan lama untuk menatap mata orang itu. Kesel sendiri kadang, tapi itu nggak dibuat-buat. Serius. Sering banget menghindar supaya nggak banyak kontak mata dengan orang satu ini. Tapi aku juga tahu kalau itu nggak akan bisa terus-menerus aku lakuin karena kita berada di satu organisasi yang sama. Nggak menutup kemungkinan juga kalau kita bakal sering banget berhubungan, kontakan, kirim pesan untuk urusan kepanitiaan dan kelompok karena kita satu tim. Posisiku pun yang memang mengharuskan aku harus komunikasi kepadanya. Sakit emang. Tapi ya ini nyatanya. Aku pun ga berdoa buat jatuh hati sama dia. Dan satu hal, aku pun ga berharap sama sekali dia respek. No.
Emang susah ya yang namanya cinta dalam hati. Gara-gara orang ini juga aku suka denger lagu2 galau ga jelas gitu. Sering tiba2 teriak2 sendiri nyanyi lagu galau (lagi). Sampe orang-orang di sekitarku pada ngeh kalau aku lagi jatuh cintalah, merindulah, patah hatilah, sedihlah, ditolak oranglah, dsb. Eh tapi jangan GR, karena itu bukan buat orang ini. Itu buat diriku sendiri, semacam penyesalan gitu. Penyesalan karena telah jatuh hati. Ah, aku sedang tidak beruntung memang.

Coba lihat saja, akan bertahan sampai kapan perasaan itu bersarang di hati. Layu dan membusuk sendiri. Nantinya aku kan tertawa puas karena berhasil mengalahkan diriku sendiri. 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s