Sunyi tanpa Isi

Sebagai hati yang tak berpenghuni, tak berpemilik
Bagai rumah tak ada isi, seperti tiada arti
Kini kesunyian berdiri gagah menguasainya, mengendalikan isinya
Kesunyian itu tak berteman pun dengan siapa
Dia berkata, “Sekarang rumah ini sedang tak butuh makhluk berparas cantik itu, pun sampai nanti ketika sudah waktunya.”
Dia tiadalah mau bergantung pada paras itu sebelum melekat menjadi candu
Sang hati menjadi rumah bagi kesunyian itu
Kesunyian yang singgah hingga waktunya tiba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close