Suaranya bagai sebuah ilusi
Imajiku mulai bermain
Ia sempurna di mataku
Hampir tiada celah baginya
Di sepanjang eksistensinya

Tiap pandangan matanya selalu lekat padaku
Begitu dalam
Hingga mampu menyedotku ke binarnya
Dan aku sangsi bisa lolos darinya

Sentuhannya selalu berdampak besar bagiku
Tubuhku selalu bereaksi salah dari logikaku
Kehadirannya seakan mampu melumpuhkan sistem koordinasiku
Apa yg ada pada dirinya, itu yg kusuka

Dia seperti candu
Bagai kesakitan luar biasa yg tak mampu kubendung
Namun terlalu indah jika tidak diacuhkan
Dia seperti alasanku untuk tetap hidup

Yang hidup bagai sebuah heroin
Mampu membakar tenggorok dengan kenikmatannya
Perasaan sumringahku kalau mendapati ia masih bersamaku
Sangat sulit untuk terelakkan

Semakin kau mencintai seseorang, semakin pikiranmu menjadi tidak rasional
Itu yang kini aku pahami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s