Masih dengan pena dan secarik kertas

Menunggu keajaiban datang dikepalaku

Agar aku bisa menuliskannya

menuangkannya dilembaran yang kugenggam

 

Aku menatap kosong tak berarti

Otakku belum juga memberi respon

Tapi aku masih menunggu

datangnya ide brilliant itu

 

Seraya menunggu, lantas aku bergumam

“Tidak biasanya aku seperti ini.”

Tepatnya aku berpikir

“Apa yang mau aku pikirkan?”

 

Sungguh hal ini membuatku resah

Mungkinkah aku memiliki sindrom kehampaan?

atau mungkin sindrom kekosongan hati?

Aku mendecak kesal

 

Oh, inikah ‘ampas’ dari proses move on-ku yang lalu?

Inikah yang harus kuterima?

Berteman dengan sepi

dan bergumam sendiri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s